SUBSCRIBE
garduoto.com
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
    • Trucking
  • Bedah Oto
    • Mobil Bekas
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Reading: Review Jetour T2: Serba Bisa di Harga Rp 500 Jutaan
Share
garduoto.comgarduoto.com
Font ResizerAa
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
  • Bedah Oto
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Search
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
    • Trucking
  • Bedah Oto
    • Mobil Bekas
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
garduoto.com > Bedah Oto > Mobil > Review Jetour T2: Serba Bisa di Harga Rp 500 Jutaan
Bedah OtoMobil

Review Jetour T2: Serba Bisa di Harga Rp 500 Jutaan

Nugie
Last updated: July 5, 2026 5:34 pm
Nugie
Share
10 Min Read
SHARE

GARDUOTO – Di saat pabrikan China lain berlomba-lomba dalam menghadirkan kendaraan elektrifikasi di Indonesia, Jetour justru melakukan hal yang sebaliknya, di mana mereka malah menyuguhkan produk-produk bermesin konvensional.

Lebih spesifik, mobil-mobil bermesin konvensional dari Jetour yang sudah dijual di Indonesia semuanya adalah berjenis SUV, dan salah satunya ialah T2.

Menilik spesifikasi yang diusung Jetour T2, boleh dibilang mobil ini tampil berlawanan dengan tren dan kebutuhan konsumen di Indonesia saat ini.

Bukan karena fitur, desain apalagi harga, tapi jantung pacu yang dimiliki Jetour T2, tidaklah mencerminkan mobil yang hemat.

Ternyata, strategi Jetour yang terkesan agak nyeleneh ini malah membuahkan hasil yang manis. Sebab, T2 berhasil diterima dengan baik oleh konsumen di Indonesia.

Pastinya, ada alasan kuat kenapa T2 bisa mendapat sambutan yang baik dari konsumen di Tanah Air, terlepas dari belum diusungnya teknologi elektrifikasi di mobil ini.

Eksterior Jetour T2 tampak maskulin berkat desain yang boxy. Foto: Nugie

Eksterior Kental Aura Maskulin

Boleh jadi, alasan pertama kenapa Jetour T2 bisa laris di pasaran adalah karena desain eksteriornya. Khasnya sebuah SUV sejati, T2 tampil dengan desain eskterior yang tinggi dan maskulin.

Aura maskulin pada T2 tidak hanya tercipta dari dimensinya yang tinggi besar. Tarikan garis tegas dan mengotak yang terdapat di semua bagian eksterior mobil ini, juga punya peran besar dalam menciptakan kesan maskulin pada dirinya.

Sampai-sampai, box yang menggantung di pintu bagasi juga berbentuk kotak. Box ini tidak hanya berfungsi untuk menyimpan ban serep temporary, tapi juga tempat menempelnya kamera belakang.

Sekadar informasi tambahan, bodi Jetour T2 mengandung 80 persen material baja. Makanya, mobil yang sudah dirakit secara lokal ini mampu menahan beban seberat maksimal 350 kg.

Interior Jetour T2 juga bernuansa maskulin. Foto: Nugie

Interior Juga Bernuansa Maskulin

Nuansa maskulin pada Jetour T2 berlanjut sampai ke interiornya. Sama halnya seperti di eksterior, banyaknya lekukan garis tegas dan mengotak di kabin T2, adalah alasan kenapa interiornya jadi punya aura yang maskulin.

Garis-garis mengotak pada kabin T2 paling dominan terdapat di dasbornya. Di dasbor tersebut juga terdapat kisi AC berbentuk persegi panjang di bagian pengemudi dan penumpang, serta layar head unit bermodel floating.

Yang cukup unik, setir T2 tidaklah bulat, bagian atas dan bawahnya dibuat rata, sedangkan sisi kiri dan kanannya lurus. Pola setir yang cukup unik itu membentuk model palang empat yang tetap enak digenggam.

Detail menarik pada kabin T2 berlanjut sampai ke area konsol tengah. Pada bagian ini, terdapat sepasang handle berbahan karet yang kokoh dan nyaman digenggam, dan tuas transmisi yang berukuran agak besar.

Masih di sekitaran tuas transmisi, juga terdapat kenop pengaturan mode berkendara, serta empat tombol yang masing-masing berfungsi untuk kamera 540, auto hold, stability control, dan crawling.

Ruang bagasi cukup luas, dengan bukaan pintu yang menyamping. Foto: Nugie

Akomodasi Lega

Melihat bodinya yang bongsor, pasti banyak yang langsung beranggapan kalau Jetour T2 punya akomodasi yang besar, dan kenyataannya memang demikian.

Perlu diketahui, saat kita duduk di belakang bangku pengemudi yang sedang kosong, posisi jok supir akan mundur. Dalam kondisi tersebut, kita masih mendapatkan legroom yang luas.

Kenyamanan duduk di bangku belakang T2 kian maksimal karena ia punya headroom yang cukup luas, busa jok yang empuk, dan kemiringan yang cukup.

Tak kalah dengan akomodasi penumpang, akomodasi barang T2 pun juga terbilang impresif, karena ia punya volume bagasi yang cukup luas, serta kompartemen tambahan di bawah lantai bagasinya.

Menariknya lagi, di balik pintu bagasi T2, terdapat dua kompartemen kecil dan cup holder. Tak cuma itu, bukaan pintu bagasi T2 juga dapat dikunci dengan cara memutar pegas yang ada di bawahnya.

Pintu bagasi Jetour T2 memang masih belum menganut sistem elektrik. Tapi untuk membukanya, kita hanya perlu sekali menekan tombol di handle-nya, setelah pintunya longgar, baru kita bisa membukanya secara manual.

Pun demikian untuk menutup pintu bagasinya. Cukup tempel pintunya, maka sistem vakumnya akan bekerja untuk merapatkan pintu.

Sekalipun kita menutup pintu dengan cara agak dibanting, pintunya pun tidak sampai menghasilkan suara yang berisik.

Jetour T2 memakai mesin 2.0 L empat silinder turbo, tanpa sokongan teknologi hybrid. Foto: Nugie

Performa Kuat

Di samping tampilan, sektor ini juga bisa dibilang sebagai daya tarik utama dari Jetour T2. Ya, berkat penggunaan mesin konvensional, SUV kotak ini jadi punya performa yang impresif.

Mesin yang dipakai T2 memiliki kapasitas sebesar 2.0 L, yang oleh Jetour disebut dengan nama Kunpeng Power. Adapun kapasitas asli dari jumlah empat silinder yang dimiliknya ialah sebesar 1.998 cc.

Jantung pacu tersebut dicekoki dengan turbo, sehingga dapat menghasilkan tenaga sebesar 245 dk dan torsi 375 Nm.

Tenaga dan torsi tersebut disalurkan ke semua roda melalui transmisi otomatis kopling ganda tujuh percepatan.

Perpaduan antara mesin yang bertenaga dan transmisi yang mumpuni, berhasil membuat Jetour T2 jadi punya performa yang apik, walau masih ada catatan khas mobil bertransmisi kopling ganda.

Gejala khas mobil bertransmisi kopling ganda akan kita rasakan saat berjalan di kemacetan atau stop and go.

Di sini, tak jarang kita merasakan getaran mesin atau lag tenaga saat mobil berhenti dan berjalan merayap.

Bahkan ketika mobil sudah lepas dari situasi stop and go, masih terasa ada lag, yang menandakan bahwa mesin sedang bekerja dan mengumpulkan momentum untuk memuntahkan tenaga.

Lain cerita ketika kita berjalan konstan. Di mana pada kondisi ini, muntahan tenaga terasa kuat, dan perpindahan gigi pun terjadi dengan sangat cepat, halus, bahkan hampir tidak terasa.

Punya tenaga dan torsi yang besar, disertai dengan bodi yang bongsor, praktis membuat T2 tak bisa menyuguhkan konsumsi BBM yang irit. Meski begitu, konsumsi BBM mobil ini tidak sampai ke level yang sangat boros.

Tombol mode X Mode untuk yang ingin off road tanpa repot mengatur mode berkendara. Foto: Nugie

Kemampuan Off-road

Sejak awal, Jetour menyebut T2 sebagai SUV off-road. Klaim tersebut jelas tidak berlebihan, karena memang mobil ini punya kemampuan off-road yang mumpuni.

Berbekal modal dasar berupa penggerak empat roda dan mode berkendara yang lengkap, membuat kita percaya diri untuk membawa T2 ke medan off-road.

Benar saja, dalamkondisi standar sekalipun, Jetour T2 bisa melibas trek off-road yang cukup menantang dengan mudah.

Untuk diketahui, ban bawaan T2 adalah jenis AT. Andai ia dipasang ban MT, dapat dipastikan kalau kemampuan off road dari mobil ini akan semakin bagus lagi.

Asiknya lagi, T2 juga punya X Mode. Jika diaktifkan, X Mode akan dengan sendirinya mengatur mode berkendara sesuai permukaan jalan yang kita lalui.

Fitur ini pastinya sangat membantu buat yang mau off-road, tanpa perlu banyak mengatur sistem dan mode berkendara.

Mengaktifkan X Mode pun sangat mudah, karena kita hanya perlu menekan kenop mode berkendara. Begitu pun untuk mematikannya, tinggal tekan lagi, atau geser kenopnya ke mode lain.

Tampilan belakang juga mengotak, sampai ke box yang menggantung di pintu. Foto: Nugie

Kesimpulan

Lewat T2, Jetour berhasil menghilangkan segala keraguan orang-orang terhadap kehadiran mobil baru bermesin konvensional di tengah gencarnya gempuran mobil hybrid dan listrik di Indonesia.

Bukannya sepi peminat, T2 malah berhasil mendapat sambutan yang positif dari konsumen, bahkan ia sukses menjadi yang terlaris dalam kategori mobil China bermesin konvensional di Indonesia.

Tidak usah heran kenapa T2 bisa laris di pasaran, karena mobil ini hampir punya semuanya.

Seperti desain eksterior dan interior yang maskulin, fitur berlimpah, lega, performa apik, dan punya kemampuan off-road yang mumpuni.

Yang paling penting adalah harganya. Dengan sederet kelebihan yang dimilikinya, Jetour masih bisa menaruh harga T2 di level Rp 500 jutaan, atau tepatnya Rp 588 juta on the road Jakarta.

Umumnya, mobil yang punya profil dan kemampuan off-road seperti Jetour T2, dibanderol dengan harga yang lebih mahal. Sementara T2, masih di Rp 500 jutaan, pantas ia laris. (GO/Gie)

You Might Also Like

Bukan Cuma LCGC, Ini Lima Rekomendasi Mobkas Irit dari Carsome

Jetour Tambah Kuota Early Adventure Benefit T2 hingga 1.000 Konsumen

Kecelakaan Bus Tanjakan Emen, Patut Diduga Dua Penyebab

Detail Foto Toyota Rush GR Sport: Lebih Rapi dan Elegan

All New Honda Vario 150 Resmi Diluncurkan

TAGGED:Jetour IndonesiaJetour T2PT Jetour Sales IndonesiaReview Jetour T2
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Follow US on Social Media

Facebook Youtube X-twitter Instagram

© GARDUOTO.com 2024. All Rights Reserved.

garduoto.com

Navigation

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Our Team
  • Pedoman Media Siber
  • Terms of Service
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?