GARDUOTO – TransTRACK, perusahaan technology enabler yang berfokus pada digitalisasi operasional armada, baru merayakan hari jadinya yang ketujuh tahun.
Memanfaatkan momen penting ini, TransTRACK mengumumkan percepatan ekspansi ke Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Sebelumnya, TransTRACK sudah berekspansi ke Malaysia, Singapura, Australia, serta pasar utama Timur Tengah termasuk Arab Saudi dan Qatar.
Kini, perusahaan menargetkan ekspansi lanjutan ke Vietnam dan Thailand, serta pasar Timur Tengah lainnya seperti Oman, Bahrain, dan Kuwait.
Saat ini, TransTRACK telah melayani lebih dari 1.500 klien dan beroperasi di Indonesia serta berbagai pasar internasional.
Serta diakui sebagai salah satu dari tiga penyedia solusi fleet management terbesar di Asia Tenggara selama dua tahun berturut-turut berdasarkan laporan Berg Insight.
“Memasuki tahun ketujuh, kami melihat momentum yang sangat kuat untuk scale-up secara global, khususnya di Asia Tenggara dan Timur Tengah.”
“Ini adalah pasar dengan kebutuhan fleet intelligence yang tinggi dan kompleksitas operasional yang semakin meningkat,” ujar Anggia Meisesari, Co-Founder & CEO TransTRACK.
TransTRACK melayani seluruh ekosistem rantai pasok, mencakup segmen B2B dan B2G, mulai dari pemilik kargo, operator armada, hingga institusi pemerintah.
Solusi yang ditawarkan terintegrasi dengan menghubungkan operasional logistik secara end-to-end.
Ke depan, TransTRACK menargetkan ekspansi ke lebih dari 10 negara dan penetrasi ke 10 sektor industri utama hingga 2028.
Fokus ekspansi mencakup sektor maritim, pertambangan, dan perkebunan yang memiliki potensi pasar besar serta karakteristik high ARPU dan high switching cost.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, TransTRACK mengadopsi pendekatan locally adaptive technology deployment.
Ini memungkinkan penyesuaian solusi dengan karakteristik operasional, regulasi, dan tingkat maturitas digital di masing-masing negara.
Sehingga memastikan implementasi yang lebih efektif dan berdampak langsung terhadap kinerja bisnis klien. (GO/Gie)


