GARDUOTO – Green SM Indonesia dan Bank Central Asia (BCA) telah mengumumkan penandatanganan perjanjian pinjaman investasi dengan jangka waktu lima tahun senilai total Rp 600 miliar.
Fasilitas pinjaman investasi ini ditujukan untuk mendukung kesiapan operasional serta keberlanjutan layanan Green SM Indonesia.
Fasilitas tersebut menyediakan struktur pendanaan yang stabil guna mendukung pendekatan pertumbuhan perusahaan yang terukur serta memastikan konsistensi layanan di berbagai kota tempat Green SM beroperasi.
Penandatanganan ini melanjutkan kerja sama yang telah terjalin sejak peluncuran Green SM di Jakarta pada Desember 2024.
Sejak saat itu, BCA dan Green SM Indonesia berkolaborasi dalam berbagai program yang berfokus pada pelanggan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan.
“Perjanjian ini mencerminkan pendekatan kami dalam mendukung bisnis yang memiliki visi jangka panjang.”
“Melalui kerja sama ini, kami mendukung inisiatif yang sejalan dengan ketahanan ekonomi jangka panjang serta tanggung jawab terhadap lingkungan,” kata Denny Haryanto, SVP Corporate Banking BCA.
Sementara itu, Deny Tjia, Managing Director Green SM Indonesia, menyampaikan bahwa perjanjian ini mencerminkan kepercayaan yang dibangun melalui kerja sama yang konsisten dan kesamaan nilai. “
“Fasilitas ini semakin memperkuat fondasi keuangan perusahaan untuk mendukung layanan yang stabil dan konsisten di berbagai kota tempat kami beroperasi,” ujar Deny Tjia.
Sejak mulai beroperasi, Green SM Indonesia telah hadir di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Makassar, Bekasi, Surabaya, dan Bali. (GO/Gie)


