GARDUOTO – Bila kita melongok ke segmen Medium SUV dengan profil seven seater, punya mesin berkapasitas 1.5 L, dan harganya masih di bawah Rp 500 juta, pilihannya bisa dibilang terbatas.
Melihat adanya celah dan peluang yang menjanjikan, Mitsubishi pun mengambil langkah strategis dengan menghadirkan Destinator di Indonesia pada Juli 2025 lalu.
Kehadiran Destinator ternyata langsung bisa sedikit mengubah peta persaingan di pasar otomotif nasional.
Sebab, bukan hanya SUV, tapi MPV yang ada di rentang harga Destinator, juga terkena dampak dari lahirnya amunisi baru Mitsubishi tersebut.
Oleh karena itu, rasanya tak berlebihan kalau kita menyebut Mitsubishi Destinator sebagai pemain baru yang boleh merasa jumawa, karena keberhasilannya dalam menyenggol dua segmen sekaligus.

Eksterior Bukan Sebatas Xforce yang Dipanjangkan
Saat masih berwujud mobil konsep, banyak orang yang bilang kalau Destinator adalah Xforce versi panjang. Ternyata, penilaian tersebut tidak sepenuhnya salah.
Dari wajahnya saja, Destinator memang sangat mirip dengan Xforce, terutama karena keduanya punya desain headlamp yang identik. Tetapi, Xforce dan Destinator punya motif gril yang berbeda.
Di bagian samping, kemiripan antara Xforce dan Destinator hanya sampai di pilar B. Bagian pilar C dan D pada Destinator punya profilnya sendiri dengan tarikan garis yang lebih dinamis.
Lantaran punya dimensi yang tinggi besar, maka tongkrongan Destinator pun semakin dipertegas dengan adanya roof rail, serta ban berukuran 225/55 dan pelek berdiameter 18 inci.
Di buritan, boleh dibilang nyaris tak ada beda antara Xforce dengan Destinator, kecuali emblem Destinator yang membentang di pintu bagasi, serta profil bodi yang lebih tinggi.

Interior Juga Mirip Xforce
Sama halnya seperti di eksterior, Interior Destinator juga sangat mirip dengan Xforce. Tapi, tentu ada perbedaan antara keduanya.
Interior Destinator sangat dominan dengan warna hitam, ini berbeda dengan Xforce yang masih kedapatan sentuhan warna silver dan coklat tua di kabinnya.
Lalu, Destinator tidak punya kompartemen terbuka di dasbor bagian penumpang, dan model kisi AC yang di tengah juga berbeda dengan Xforce
Lantas untuk material kabinnya, tentunya sudah banyak dilapis material kulit, meski masih ada beberapa bagian yang menggunakan bahan plastik.
Overall, suasana kabin Destinator terasa sangat mirip dengan Xforce, meski ada beberapa hal yang membedakan.
Namun karena kabinnya sangat dominan dengan warna hitam, membuat aura kabin Mitsubishi Destinator terasa lebih elegan.

Akomodasi Mumpuni
Pindah ke bangku baris kedua Mitsubishi Destinator, kami langsung dibuat nyaman. Pasalnya, adik dari Pajero Sport ini mempunyai legroom dan headroom yang mumpuni.
Lebih dari itu, masih ada beberapa hal lainnya yang membuat duduk di bangku baris kedua Mitsubishi Destinator jadi semakin nyaman.
Pertama, karena posisi duduk di bangku baris keduanya terasa cukup tinggi khas sebuah SUV. Kedua, ada meja lipat yang tertempel di balik bangku pengemudi dan penumpang depan.
Ketiga, pengaturan AC untuk penumpang baris kedua dan ketiga, dapat dilakukan secara terpisah, karena tombol pengaturannya terdapat di balik konsol tengah. Dengan kata lain, Destinator memiliki pengaturan AC triple zone.
Kemudian untuk akomodasi barang juga terbilang mumpuni. Soalnya, masih ada kompartemen di balik lantai bagasinya, dan yang paling penting, bangku baris ketiganya bisa dilipat rata lantai.

Performa Mesin
Di balik kap mesin Destinator, bersemayam jantung pacu yang kapasitasnya tidak besar, yakni hanya 1.5 L.
Dikarenakan kapasitasnya tidak besar, maka mesin tersebut diberikan perangkat turbo agar dapat menghasilkan performa yang mumpuni.
Mesin Destinator mampu menghasilkan tenaga sebesar 161 dk dan torsi 250 Nm. Tenaga dan torsi tersebut disalurkan ke roda depan melalui transmisi CVT.
Perpaduan antara tenaga mesin, torsi, dan transmisi yang diusung Destinator, berhasil membuat mobil ini jadi punya performa yang halus dan responsif. Bahkan di putaran bawah pun, muntahan tenaganya sudah terasa kuat.
Hanya saja, saat melakukan kickdown dari kecepatan rendah, terkadang masih terasa gejala turbo lag.
Tak lama setelah kecepatan bertambah, turbo lag tersebut hilang, dan mesin kembali menyalurkan tenaganya dengan halus.
Akan tetapi, di balik performanya yang cukup impresif, ada hal yang dikorbankan, yakni soal konsumsi BBM.
Di rute dalam kota, konsumsi BBM Destinator tidak tergolong irit, karena rata-rata berada di angka 1:8-9 km/l.

Kesimpulan
Perlu kami ingatkan lagi kalau Mitsubishi Destinator bukanlah pelopor Medium SUV seven seater dengan mesin turbo di Indonesia.
Meski begitu, kemunculan Destinator seolah langsung mengubah standar mobil di kelasnya.
Bukan cuma karena desain eksterior yang atraktif dan interior yang terasa mahal, Destinator juga mampu menyuguhkan sensasi berkendara yang fun to drive dan cukup solid.
Kenyamanan penumpang pun juga diperhatikan dengan baik oleh Mitsubishi, khususnya untuk yang di baris kedua. Sedangkan untuk kepraktisan dan akomodasi barang, juga patut diacungi jempol.
Menariknya lagi, Mitsubishi berhasil membalut semua kelebihan Destinator dengan harga yang kompetitif, karena tiga dari empat variannya dibanderol senilai Rp 400 jutaan.
Sayangnya, dalam hal kehematan bahan bakar, Mitsubishi Destinator belum mampu mengungguli para rivalnya. Inilah catatan terbesar yang perlu dibenahi oleh Mitsubishi untuk Destinator. (GO/Gie)


