SUBSCRIBE
garduoto.com
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
    • Trucking
  • Bedah Oto
    • Mobil Bekas
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Reading: Review GWM Haval Jolion: Melebihi Bayangan Awal
Share
garduoto.comgarduoto.com
Font ResizerAa
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
  • Bedah Oto
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Search
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
    • Trucking
  • Bedah Oto
    • Mobil Bekas
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
garduoto.com > Bedah Oto > Mobil > Review GWM Haval Jolion: Melebihi Bayangan Awal
Bedah OtoMobil

Review GWM Haval Jolion: Melebihi Bayangan Awal

Nugie
Last updated: March 12, 2025 1:13 pm
Nugie
Share
7 Min Read
SHARE

GARDUOTO – Jika melihat SUV atau Crossover China yang masuk ke Indonesia dalam waktu dua tahun belakangan, kebanyakan menggunakan tenaga listrik, alias EV.

Melihat masih luasnya ceruk pasar SUV atau Crossover hybrid di Indonesia, GWM pun memanfaatkan kondisi tersebut dengan menghadirkan berbagai macam SUV hybrid, salah satunya adalah Haval Jolion.

Haval Jolion merupakan SUV terkecil sekaligus termurah yang ada dalam jajaran produk GWM di Indonesia. Maka itu, bila disandingkan dengan SUV GWM lainnya, aura Jolion seakan tertutupi.

Namun setelah kami menjajal Haval Jolion, justru kami dibuat terkejut dengannya. Sebab, mobil ini mampu menyuguhkan banyak hal yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya.

Haval Jolion memiliki tongkrongan yang paling gagah dari semua pesaing sekelasnya. Foto: Nugie

Tongkrongannya Paling SUV di Kelasnya

Jolion adalah mobil yang termasuk ke dalam kategori Medium Crossover. Seperti yang kita ketahui, mobil-mobil di kelas ini kebanyakan hadir dengan profil atap yang agak rendah.

Berbeda dengan para pesaingnya, Haval Jolion justru tampil lebih gagah dan kekar dengan profil atap yang lebih tinggi. Hal tersebut membuat mobil Jolion memiliki tongkrongan yang paling SUV diantara para pesaingnya.

Tongkrongan yang gagah tersebut juga dipadu dengan unsur modern dari model headlamp dan lampu belakang yang dinamis, gril yang besar khas Haval, dan pelek dengan motif yang modern.

Menariknya, meski memiliki profil yang lebih tinggi dari para pesaingnya, namun secara dimensi keseluruhan, Haval Jolion tetap terhitung kompak tapi proporsional.

Interior Haval Jolion terasa mewah berkat pemilihan warna hitam yang dominan. Foto: Nugie

Interior Mewah

Masuk ke kabinnya, kita langsung disambut dengan nuansa kemewahan. Itu terpancar dari desainnya yang minimalis, dan warna hitam yang mendominasi interiornya.

Desain interior Jolion terbilang minimalis karena dasbornya hanya berdasar dari satu garis lurus yang tegas, namun melengkung di bagian tengah di mana terletak head unit floating, tombol AC, dan ventilasi AC tengah.

Hal kedua yang semakin mempertegas kesan minimalis di kabinnya adalah karena minimnya tombol fisik. Tombol-tombol fisik di kabin Jolion terletak di area tengah dasbor, dan hanya sebatas untuk pengaturan AC dan menyala dan mematikan sistem audio.

Material kabinnya pun juga berkualitas karena banyak dibalut bahan kulit, dan ada sedikit sentuhan krom di semua door trim-nya. Meski begitu, masih ada material plastik yang terdapat di kabinnya.

Adanya panoramic sunroof bikin suasana kabin jadi terasa lapang. Foto: Nugie

Kabin Lega

Tampilan eksteriornya yang gagah ternyata memiliki efek terhadap kelegaan kabinnya. Bahkan mungkin bisa dibilang, akomodasi Haval Jolion adalah yang paling lega di kelasnya.

Saat kami duduk di belakang bangku pengemudi yang posisinya sudah kami sesuaikan dengan postur tubuh kami yang setinggi 175 cm, kami mendapatkan legroom sebanyak lebih dari lima jari.

Tak cuma legroom-nya yang lega, bangku belakang Haval Jolion pun juga punya kerebahan yang pas, yang membuat duduk di belakangnya jadi semakin nyaman.

Akan tetapi, headroom belakang Haval Jolion tidaklah terlalu lega. Itu merupakan imbas dari adanya panoramic sunroof yang membuat headroom di atas kepala penumpang belakang jadi lebih menurun.

Meski begitu, kami tak menganggap itu sebagai masalah serius karena duduk di bangku Haval Jolion ini terasa nyaman karena kelegaan legroom dan bangku belakangnya yang rebah.

Lantas untuk akomodasi barangnya pun juga jempolan karena bagasinya memiliki volume yang luas. Jika butuh ruang barang yang lebih, kita bisa melipat bangku belakangnya dengan format 60:40.

Mesin Haval Jolion menghasilkan performa yang impresif. Foto: Nugie

Performa di Atas Rata-rata

Di balik kap Haval Jolion, bersemayam unit mesin berkapasitas 1.498 cc turbo empat silinder yang bertenaga 188 dk dan torsi 375 Nm. Tenaga dan torsi tersebut disalurkan ke roda depan melalui transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT).

Melihat angka di atas kertas saja, kita sudah bisa menerka bahwa produk pertama GWM yang dirakit di Indonesia ini punya performa di atas rata-rata mobil sekelasnya.

Benar saja, Jolion mampu mengeluarkan tenaganya dengan instan di rentang kecepatan berapa pun. Tapi, karakter performa Jolion bukanlah yang agresif, melainkan lebih halus dan bernafas panjang.

Lantaran tidak agresif meski berperforma kuat, makanya Jolion ini terasa sangat menyenangkan untuk diajak cruising di kecepatan tinggi karena suplai tenaganya terasa halus, dan mesinnya pun bisa memuntahkan tenaga secara instan kapanpun dibutuhkan.

Apalagi, mesin Haval Jolion juga didampingi dengan teknologi hybrid yang tidak hanya bisa mendongkrak performanya, tapi juga membuat konsumsi bahan bakarnya jadi sangat hemat.

Singkatnya, untuk masalah performa dan kehematan bahan bakar, Haval Jolion berhasil melampaui standar mobil-mobil sekelasnya, alias berada di atas rata-rata.

Haval Jolion punya volume bagasi yang luas. Foto: Nugie

Kesimpulan

Kami akui, semua impresi awal kami mengenai Haval Jolion ternyata salah besar. Setelah kami mengetesnya, kami jadi tahu bahwa mobil ini memiliki banyak hal yang di atas perkiraan kami.

Buat masalah desain, kami nilai ia adalah yang paling mencirikan sebuah SUV yang gagah. Ini berbeda dengan para pesaingnya yang tampil lebih modis layaknya Crossover modern masa kini.

Kemudian, begitu kita masuk ke kabinnya, kita langsung disambut dengan aura yang mahal dan premium. Lebih dari itu, akomodasi penumpang belakangnya pun juga bisa dibilang sebagai yang paling lega di kelasnya.

Menyoal mesin dan performa, lagi-lagi Jolion membuktikan diri bahwa ia mampu melampaui standar mobil di kelasnya, dan konsumsi bahan bakarnya pun juga sangat hemat.

Sekarang, Haval Jolion dibanderol seharga Rp 405 juta on the road Jakarta. Dengan harga tersebut, kami menilai Haval Jolion ini jadi punya value for monev yang baik.

Soalnya, GWM mampu mengemas kemewahan, performa, dan efisiensi Haval Jolion dengan harga yang relatif terjangkau. Sehingga memungkinkan banyak orang untuk bisa memiliki SUV hybrid yang tampil di atas rata-rata mobil sekelasnya. (GO/Gie)

You Might Also Like

Review Nissan Kicks: Mobil Listrik Paling Fleksibel

Review Neta X: Crossover EV yang Solutif

Haval Jolion Dipastikan Jadi Produk Terbaru GWM di Indonesia, Akan Diperkenalkan Rabu Depan

Puluhan Jurnalis ‘Geber’ Honda ADV150 Menuju HBD 2019

Digeber di Jalan Tol di Mode Eco, Hyundai Stargazer Bisa Tembus Kecepatan Segini

TAGGED:Great Wall MotorGWM HavalGWM IndonesiaHaval JolionMedium CrossoverReview Haval Jolion
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Follow US on Social Media

Facebook Youtube X-twitter Instagram

© GARDUOTO.com 2024. All Rights Reserved.

garduoto.com

Navigation

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Our Team
  • Pedoman Media Siber
  • Terms of Service
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?