First Drive Wuling Air ev: Tak Seperti yang Dibayangkan

adp

GARDUOTO – Pada Kamis (18/8/2022) lalu, kami berkesempatan untuk melakukan first drive Wuling Air ev di komplek Nava Park, BSD City, Tangerang.

Pada momen tersebut, kami diberi jatah untuk melakukan tes dengan mengelilingi komplek sebanyak dua putaran saja. Walau singkat, namun kami sudah berhasil mendapatkan poin-poin penting tentang rasa berkendara dari Wuling Air ev.

Saat masuk ke kokpitnya, kami dibuat sedikit terkejut karena ternyata Air ev memiliki posisi mengemudi yang terbilang tinggi untuk ukuran mobil dengan dimensi semungil itu.

Sudah merasa nyaman dengan posisi mengemudinya, kamipun melajukan Air ev. Di sini, lagi-lagi kami dibuat terkejut dengan saluran tenaganya di tarikan bawah yang lebih ‘santun’ ketimbang mobil-mobil listrik lainnya yang relatif menjambak.

Torsi yang dimiliki Wuling Air ev terasa mumpuni untuk pemakaian di perkotaan. Foto: Dok Wuling

Usut punya usut, halusnya saluran tenaga Wuling Air ev di tarikan bawah dikarenakan mobil ini mempunyai torsi yang biasa saja, yakni sebesar 110 Nm. Bila dibandingkan dengan mobil-mobil konvensional, maka besaran torsi Air ev setara dengan rata-rata mobil bensin bermesin 1.200 – 1.300 cc.

Meski torsinya biasa saja, namun jika kita membutuhkan akselerasi yang lebih cepat, dengan hanya menginjak gas lebih dalam, Air ev mampu melesat lebih cepat, karena motor listriknya bisa menyalurkan lebih banyak daya secara instan.

Satu hal lagi yang membuat kami cukup terkesan dengan Air ev adalah feedback setirnya. Awalnya, kami mengira kalau mobil ini punya feedback setir yang hampa, namun ternyata kami salah sangka.

Feedback setir Wuling Air ev terasa cukup akurat, serta pergerakan ban juga seperti sesuai dengan setir. Tak cuma itu, bobot setirnya juga pas, dan akan bertambah berat apabila kita memacunya di kecepatan yang lebih tinggi.

Punya feedback setir yang cukup baik dan dimensi yang sangat kompak, praktis membuat Air ev jadi sangat mudah untuk dibawa bermanuver zig-zag. Saat kami melakukan zig-zag, tanpa perlu banyak-banyak memutar setir, mobil sudah bisa meliuk dengan lincah.

Dengan fitur AVH, mobil tetap akan diam saat berhenti di tanjakan. Foto: Dok Wuling

Di sesi first drive Wuling Air ev ini, disiapkan juga handicap tanjakan yang bertujuan untuk mengetes kinerja dari fitur Auto Vehicle Hold (AVH).

Fitur yang fungsinya untuk menahan mobil tetap diam di tanjakan dan turunan ini, punya cara pengoperasian yang sangat mudah. Dengan hanya menginjak pedal rem dalam-dalam selama beberapa detik, AVH pun sudah bekerja. Tapi agar fitur ini bisa bekerja, pastikan tombol AVH-nya sudah dinyalakan terlebih dahulu.

Setelah selesai melakukan first drive Wuling Air ev, kamipun menarik kesimpulan kalau mobil ini sangat mudah dikendarai, dan ia punya tenaga yang mumpuni sebagai sebuah mobil perkotaan.

Bayangan awal kami tentang rasa berkendaranya yang hambar pun berhasil dipatahkannya. Karena nyatanya, Wuling Air ev punya tenaga yang mumpuni dan feedback setir yang cukup baik, dimana kedua hal tersebut membuat mobil listrik pertama Wuling ini jadi punya rasa berkendara yang cukup menyenangkan. (GO/Gie)

Latest articles

Related articles

14 Comments

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here