⌂ Beranda › Ragam › Geely & NIO Perkuat Kerja Sama Tukar Baterai Mobil Listrik
RagamEVMobil Listrik

Geely & NIO Perkuat Kerja Sama Tukar Baterai Mobil Listrik

Geely & NIO Perkuat Kerja Sama Tukar Baterai Mobil Listrik
GEELY
A A Ukuran Teks16px

GARDUOTO - Tren kendaraan listrik (EV) global kembali mencatat babak baru. Zhejiang Geely Holding Group dan NIO resmi memperkuat kerja sama strategis di sektor pengisian daya (charging) dan penukaran baterai (battery swapping). Langkah kolosal ini bertujuan untuk memperluas ekosistem kendaraan listrik agar semakin efisien, terjangkau, dan mudah diakses oleh konsumen luas.

Kemitraan lanjutan ini bukan sekadar sambungan dari kolaborasi yang dimulai pada 2023 lalu. Kali ini, kedua raksasa otomotif Tiongkok tersebut sepakat untuk menyatukan kekuatan melalui integrasi teknologi, standarisasi bersama, penggabungan jaringan, hingga sinergi investasi bernilai jumbo.

Investasi Jumbo dan Integrasi Saham

Sebagai wujud komitmen nyata, Geely Holding Group (ZGH) mengalihkan seluruh kepemilikan sahamnya di Yiyi Internet Technology Co., Ltd. (Yiyi Power) serta menggelontorkan investasi tunai sebesar RMB 640 juta ke NIO Power. Lewat aksi korporasi ini, Geely resmi mengantongi 30% saham di NIO Power.

Di sisi lain, NIO juga memperkuat posisinya di ekosistem Geely dengan berinvestasi di Zhejiang Haohan Energy Technology Co., Ltd. (Haohan Energy), anak usaha ZGH. Setelah transaksi rampung, NIO akan memiliki 10% saham di Haohan Energy.

Langkah silang kepemilikan saham ini memastikan bahwa infrastruktur energi kedua belah pihak dapat dihubungkan secara mulus. Para pengguna kendaraan listrik di bawah naungan ekosistem Geely dan NIO nantinya bisa menikmati jaringan pengisian daya dan tukar baterai yang jauh lebih luas tanpa batasan merek.

Solusi Praktis untuk Armada Komersial dan Konsumen

Ke depan, NIO Power akan mengoptimalkan jaringan battery swapping untuk mendukung kebutuhan armada komersial sekaligus mendorong perkembangan bisnis mobilitas komersial Yiyi Power. Tidak berhenti di situ, kedua perusahaan juga sepakat merancang standar teknologi tukar baterai yang terintegrasi khusus untuk model kendaraan penumpang.

CEO Zhejiang Geely Holding Group, Andy An Conghui, menegaskan bahwa industri otomotif masa depan tidak bisa dibangun sendirian. Menurutnya, jaringan pengisian daya adalah fasilitas publik yang harus dikembangkan bersama secara terbuka.

"Jaringan ini perlu dibangun bersama, digunakan secara terbuka, dan terhubung antarsistem agar dapat memberikan nilai lebih besar bagi pengguna," ujar Andy An Conghui.

Senada dengan hal tersebut, Founder, Chairman, dan CEO NIO, William Li,, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi kunci untuk mengubah inovasi teknologi menjadi nilai tambah yang langsung dirasakan oleh konsumen di jalan raya.

"Kerja sama ini menyatukan kekuatan yang telah dibangun oleh kedua perusahaan selama bertahun-tahun, melalui kolaborasi yang lebih erat dalam teknologi, standar, operasional, aset, dan investasi," ungkap William Li.

Masa Depan Ekosistem EV yang Terbuka

Bagi konsumen otomotif, kolaborasi antara Geely dan NIO membawa angin segar. Dengan semakin terintegrasinya stasiun pengisian daya dan battery swapping, kekhawatiran pengendara mobil listrik terkait jarak tempuh (range anxiety) serta lamanya waktu pengisian daya perlahan akan teratasi.

Geely Auto sendiri terus mencatatkan performa gemilang di pasar global. Sepanjang tahun 2025, Geely sukses mencatat penjualan kumulatif hingga 3.024.567 unit dengan pertumbuhan year-on-year mencapai 39%. Dari angka tersebut, penjualan kendaraan energi baru (NEV) menyumbang 1.687.767 unit atau meroket 90%.

Dengan bergabungnya kekuatan Geely dan NIO, peta persaingan industri kendaraan listrik global diprediksi bakal semakin kompetitif, sekaligus mempercepat transisi menuju era transportasi ramah lingkungan yang lebih praktis bagi masyarakat modern.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru