⌂ Beranda Bedah Oto Hyundai Ioniq 5 Bermasalah: Dari Aki Drop Hingga Drama Parkir Paralel
Bedah OtoMobil Listrik

Hyundai Ioniq 5 Bermasalah: Dari Aki Drop Hingga Drama Parkir Paralel

Hyundai Ioniq 5 Bermasalah: Dari Aki Drop Hingga Drama Parkir Paralel
A A Ukuran Teks16px

GARDUOTO - Pasar mobil listrik di Indonesia kembali dihebohkan oleh keluhan para pemilik Hyundai Ioniq 5. Mobil listrik berdesain futuristik yang sempat menjadi primadona ini mendadak ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah pengguna membagikan pengalaman buruk mereka, mulai dari aki 12V yang sering drop, kendala pengisian daya cepat (fast charging), hingga isu fitur parkir paralel yang berujung konflik dengan layanan purnajual (aftersales).

 

Keluhan Viral: Dari Influencer Hingga Pengguna Harian

Gelombang keluhan terbaru dipicu oleh unggahan viral dari food influencer Aa Juju di platform TikTok dan Instagram. Dalam videonya yang telah ditonton jutaan kali, ia meluapkan kekecewaannya terhadap Hyundai Ioniq 5 yang baru saja dibelinya secara tunai.

Aa Juju mengungkapkan bahwa kendaraan miliknya mengalami serangkaian masalah teknis, seperti layar head unit mati mendadak, fitur fast charging tidak berfungsi, hingga mobil mati total akibat aki 12V drop.

Pemicu utama kekecewaan tersebut bermula dari penggunaan fitur parkir paralel. Menurutnya, pihak teknisi mengklaim bahwa kebiasaan memarkir paralel memicu pengurasan daya berlebih pada aki kecil (auxiliary battery 12V).

Hal ini bertolak belakang dengan janji awal tenaga penjual (sales) yang menyatakan mobil sangat aman untuk parkir paralel. Lambatnya respons dari pihak diler resmi turut memperkeruh suasana hingga memicu frustrasi konsumen.

 

Deretan Masalah Hyundai Ioniq 5 yang Pernah Viral:

• Aki 12V (Auxiliary Battery) Drop: Mobil mati total meski daya baterai utama masih penuh.

• Sistem Proteksi BMS & ICCU: Baterai utama mendadak turun dari 80% ke 0% akibat proteksi Battery Management System.

• Masalah Purnajual & Komunikasi Sales: Ketidaksesuaian edukasi fitur parkir paralel dan layanan diler yang lambat.

• Cacat Fisik & Aksesoris: Kasus cat mengelupas saat dilepas lakban hingga kendala waktu tunggu (indent) unit.

 

Bukan Kasus Pertama: Masalah Aki 12V dan Baterai Utama

Kasus mobil listrik mogok mendadak ini sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi pada Ioniq 5. Sebelumnya, peristiwa serupa sempat menimpa sejumlah tokoh dan pengguna jalan.

Di antaranya adalah kejadian mogoknya unit Ioniq 5 milik mantan Menparekraf Sandiaga Uno pada Agustus 2023, serta insiden mogok di kawasan Ancol dan Bogor yang sempat memicu kemacetan lalu lintas.

Menurut penjelasan teknis dari PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), komponen utama yang kerap menjadi pemicu mogok mendadak bukanlah baterai lithium penggerak utama, melainkan aki auxiliary 12 volt.

Ketika aki kecil ini kehabisan daya (drop), seluruh sistem elektronik kendaraan tidak dapat diaktifkan.

Selain masalah aki, HMID juga mencatat isu pada Integrated Charging Control Unit (ICCU) serta fitur pengaman Battery Management System (BMS) yang sempat membuat indikator baterai drop secara mendadak demi mencegah kerusakan sistem.

 

Respon Hyundai Indonesia dan Hak Garansi Konsumen

Menanggapi maraknya keluhan konsumen dan sorotan di media sosial, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) bergerak cepat dengan menerjunkan tim teknis untuk memeriksa unit yang bermasalah secara langsung.

Pihak pabrikan menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas setiap masalah produksi atau kegagalan sistem melalui fasilitas garansi resmi.

Hyundai mengingatkan para pemilik Ioniq 5 untuk tidak khawatir, sebab seluruh unit dilindungi oleh garansi kendaraan dasar serta garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km (tergantung mana yang tercapai lebih dulu).

Pabrikan juga terus berbenah dalam meningkatkan kualitas layanan purnajual dan memberikan edukasi yang lebih akurat kepada tim sales mengenai penggunaan fitur teknis kendaraan listrik.

 

Pelajaran Penting Bagi Pemilik Mobil Listrik

Fenomena ini menjadi pembelajaran penting bagi industri dan konsumen kendaraan listrik di Indonesia. Sebagai teknologi yang tergolong baru, pemahaman menyeluruh terkait perawatan komponen kelistrikan—termasuk aki auxiliary 12V dan prosedur parkir yang benar—sangat krusial untuk mencegah terjadinya kendala serupa di kemudian hari.

📰 Update Terbaru