SUBSCRIBE
garduoto.com
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
    • Trucking
  • Bedah Oto
    • Mobil Bekas
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Reading: Elektroda Ground Busi dipotong, Timbulkan Efek Kurang Baik
Share
garduoto.comgarduoto.com
Font ResizerAa
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
  • Bedah Oto
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Search
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
    • Trucking
  • Bedah Oto
    • Mobil Bekas
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
garduoto.com > Ragam > Tips > Elektroda Ground Busi dipotong, Timbulkan Efek Kurang Baik
Tips

Elektroda Ground Busi dipotong, Timbulkan Efek Kurang Baik

Resa Revano
Last updated: November 27, 2018 1:34 am
Resa Revano
Share
2 Min Read
SHARE

GARDUOTO – Ada sebagian pengendara atau modifikator melakukan hal yang tidak biasa memperlakukan busi. Dengan maksud untuk memaksimalkan kinerja mesin, baik performance ataupun durabilty mereka melakukan pemotongan elektroda ground pada busi.

Apakah ini akan menimbulkan efek samping yang cukup berbahaya? Menurut Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia saat ditemui Garduoto.com, Sabtu (24/11) dikantor NGK Busi Indonesia dibilangan Ciracas Jakata Timur. Sebenarnya produsen busi sudah mengembangkan berbagai teknologi agar performanya berjalan dengan baik.

“Teknologi busi sangat dipengaruhi oleh efek quenching dimana bentuk elektroda dan fitur sangat mempengaruhi kinerja busi dalam menjalankan proses pengapian,” paparnya.

Lanjutnya, bentuk dari elektroda terkadang dapat menghalangi pertumbuhan inti api pada saat busi bekerja. Makanya banyak modifikator memotong elektroda ground untuk mempercepat proses penyebaran api.

Dengan adanya pemotongan elektroda maka akan ada pergeseran titik pengapian. Ini menyebabkan percikan listrik yang diterima juga akan mengalami pergeseran.

“Nah kalau sudah seperti ini maka yang terjadi adalah elektroda yang menerima percikan listrik tidak fokus dan menyebabkan keausan. Hingga pada kedua elektroda menjadi tidak merata,” ujar Diko.

Hal ini membuat potensi untuk terjadinya penumpukan karbon menjadi lebih cepat. Imbasnya adalah potensi umur pakai busi menjadi tidak bisa diprediksi kerusakannya.

Selain itu busi standar adalah berbahan nickel yang artinya akan lebih cepat terjadi keausan dibandingkan dengan bahan logam mulia.

“Kalau di NGK Busi untuk bahan logam mulia disarankan untuk memakai busi G-Power atau Iridium IX. Karena bahannya lebih tahan lama,” tutup Diko.[Go/Res]

You Might Also Like

Tips dari Wahana Honda untuk Menjaga Harga Jual Motor

Beli Mobil Pertama Kali, Ini Yang Perlu Diperhatikan

Pastikan Anda Perhatikan 7 Hal Ini Saat Mudik dengan Motor

Mau Hemat BBM? Ketahui Dulu Teknik Eco Driving yang Benar

Biar Gak Bingung, Begini Cara Pilih Oli Mesin Mobil yang Tepat

TAGGED:BusiBusi NGKG-PowerIridium IXNGK Busi IndonesiaTips Tentang Busi
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Follow US on Social Media

Facebook Youtube X-twitter Instagram

© GARDUOTO.com 2024. All Rights Reserved.

garduoto.com

Navigation

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Our Team
  • Pedoman Media Siber
  • Terms of Service
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?