SUBSCRIBE
garduoto.com
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
    • Trucking
  • Bedah Oto
    • Mobil Bekas
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Reading: Soal Rasa Berkendara, Honda WR-V Lebih Asyik daripada Rivalnya
Share
garduoto.comgarduoto.com
Font ResizerAa
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
  • Bedah Oto
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Search
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
    • Trucking
  • Bedah Oto
    • Mobil Bekas
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
garduoto.com > Bedah Oto > Mobil > Soal Rasa Berkendara, Honda WR-V Lebih Asyik daripada Rivalnya
Bedah OtoMobil

Soal Rasa Berkendara, Honda WR-V Lebih Asyik daripada Rivalnya

Nugie
Last updated: December 23, 2022 12:30 am
Nugie
Share
3 Min Read
SHARE

GARDUOTO – Setelah menghabiskan waktu selama tiga hari dalam rangkaian acara Media Test Drive Honda WR-V di Bali, tentunya sekarang kami sudah tahu bagaimana rasa berkendara dari Small Crossover ini.

Boleh dibilang, Honda WR-V adalah mobil yang punya rasa berkendara yang paling menyenangkan di kelasnya. Keasyikan berkendara WR-V utamanya disebabkan karena mobil ini punya tenaga terbesar di kelasnya, yakni 119 dk dan torsi 145 Nm, dari mesin berkapasitas 1.5 L, dipadukan dengan transmisi CVT.

Besarnya tenaga yang dimiliki oleh WR-V membuat mobil ini mempunyai nafas yang panjang, sehingga membuatnya lebih sigap untuk melakukan berakselerasi kapanpun jika diperlukan. Aplikasi transmisi CVT juga membuat penyaluran tenaganya jadi halus.

Kekuatan performa Honda WR-V kami uji ketika melewati tanjakan curam dan berkelok. Saat melewati rintangan itu, mesin WR-V terasa seperti membutuhkan momentum untuk mengail tenaga yang lebih besar.

Transmisi CVT Honda WR-V memiliki mode Sport. Foto: Nugie

Hal itu ditandai dengan naiknya putaran mesin, yang mengartikan kalau ia perlu tenaga lebih untuk melewati tanjakan curam. Saat mesin bermain di putaran yang lebih tinggi, raungan mesinnya juga menyusup ke dalam kabin, namun kebisingannya masih dalam taraf wajar.

Tapi jika kita melewati tanjakan curam dengan transmisi di posisi ‘S’, mesinnya langsung bekerja dengan lebih responsif, sehingga ia bisa melahap tanjakan dengan lebih mudah, tanpa memerlukan putaran mesin yang tinggi.

Responsifitas mesin WR-V juga terbukti saat ia melewati jalan lurus di rute luar kota. Tenaganya terasa tak pernah habis, dan ia bisa menjaga putaran mesinnya tetap rendah.

Di samping karena performa, hal lain yang membuat Honda WR-V jadi asyik dikendarai adalah karena handling-nya. Untuk sebuah Crossover, handling WR-V terhitung akurat, tidak terlalu limbung, dan ditunjang lagi dengan feedback setir yang cukup baik.

Honda WR-V memiliki performa di atas para pesaingnya. Foto: Dok HPM

Di sisi lain, poin positif pada handling Honda WR-V ternyata mengorbankan nilai kenyamanannya. Ya, untuk soal bantingan suspensi, WR-V terasa lebih keras daripada pesaingnya, terutama pada suspensi belakangnya.

Selain soal bantingan suspensi, posisi mengemudi juga menjadi catatan kami berikutnya. Tidak adanya pengaturan setir teleskopik membuat kami jadi agak sulit untuk mendapatkan posisi mengemudi yang pas.

Sekalipun kita mendapatkan posisi mengemudi yang kita anggap sudah pas dengan postur tubuh kita, akan jadi terasa melelahkan saat kita berkendara jauh, yang memakan waktu perjalanan hingga berjam-jam.

Meski kekurangan Honda WR-V ini terdapat pada poin-poin yang cukup krusial, namun hal itu tak banyak mempengaruhi keasyikan rasa berkendaranya. Karena minusnya itu tak berpengaruh terhadap kekuatan terbesarnya, yakni performa.

Lantas untuk masalah bantingan suspensi, sebenarnya itu masih bisa dimaklumi. Lagipula, orang-orang yang lebih mementingkan handling serta rasa berkendara yang lebih sporti, mungkin tak akan memusingkan soal bantingan suspensi. (GO/Gie)

You Might Also Like

Jadi Penumpang Belakang BYD Atto 3, Rasanya Cukup Memanjakan

Tiga Lap Jajal Honda PCX Hybrid, Ini Rasanya

Jalanan Banjir, Hati-hati Air Masuk ke Mesin

Wuling E100, Sikecil yang Berlimpah Fitur

First Impression Mercedes-Benz EQA dan EQB: Beda Tapi Banyak Miripnya

TAGGED:Honda WR-VMedia Test Drive Honda WR-VSmall Crossover
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Follow US on Social Media

Facebook Youtube X-twitter Instagram

© GARDUOTO.com 2024. All Rights Reserved.

garduoto.com

Navigation

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Our Team
  • Pedoman Media Siber
  • Terms of Service
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?