Komitmen perkuat industri dalam negeri ditunjukkan PT Hino Motors Manufacturing Indonesia lewat pembaruan sertifikasi TKDN sesuai regulasi Kemenperin terbaru.
GARDUOTO — PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung industri otomotif nasional.
Bertempat di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Hino resmi menerima pembaruan Sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai dengan aturan pemerintah terbaru.
Pembaruan ini mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 35 Tahun 2025 tentang Tata Cara Perhitungan TKDN.
Langkah ini membuktikan kepatuhan Hino dalam memperkuat rantai pasok lokal dan memajukan ekosistem kendaraan niaga di Indonesia.
Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pusat P3DN Kementerian Perindustrian, Kris Sasono Ngudi Wibowo, kepada Plant Manager PT HMMI, Repelita Ginting.
Acara penyerahan ini turut disaksikan oleh perwakilan PT Surveyor Indonesia dan Ditjen ILMATE Kemenperin.
Capaian Tingkat Komponen Lokal Sangat Tinggi
Angka TKDN yang tinggi ini mencerminkan dominasi penggunaan suku cadang buatan produsen lokal pada lini truk dan bus Hino. Dampaknya tidak hanya meningkatkan daya saing manufaktur tanah air, tetapi juga membantu mendorong penyerapan tenaga kerja di sektor komponen pendukung.
Kiprah Panjang dan Produksi Lebih dari 651 Ribu Unit
Istimewanya lagi, Hino menjadi satu-satunya pabrikan di Indonesia yang memproduksi sasis bus besar secara lokal. Sasis buatan dalam negeri ini tidak hanya melayani armada transportasi massal di Tanah Air, tetapi juga diekspor ke beberapa negara tetangga.
Manfaat Nyata bagi Pengusaha dan Konsumen
“Pembaruan sertifikat TKDN ini adalah upaya berkelanjutan Hino untuk berkontribusi pada industri manufaktur nasional. Pelanggan mendapatkan produk berstandar kualitas global yang diproduksi langsung di Indonesia,” ujar Repelita Ginting.
Bagi para pelaku usaha dan pemilik armada (fleet owner), kendaraan dengan tingkat komponen lokal tinggi memberikan kepastian keandalan unit serta jaminan ketersediaan suku cadang yang lebih cepat dan terjangkau.
Langkah ini sekaligus mendukung Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang dicanangkan pemerintah.
| Poin Penting Pembaruan TKDN Hino: • Sesuai regulasi terbaru Permenperin No. 35 Tahun 2025. • Nilai TKDN tertinggi mencapai 71,75%. • 31 dari 46 model kendaraan Hino sudah memiliki sertifikat TKDN. • Total produksi Hino di Indonesia tembus 651.995 unit per Juli 2026. • Satu-satunya produsen sasis bus besar lokal yang diakui pasar domestik dan ekspor. |
Ario/GO.

