GARDUOTO – Mungkin semua sepakat kalau dalam dua tahun terakhir, pasar mobil listrik di Indonesia sudah mengalami peningkatan yang pesat dalam segala aspek.
Mulai dari aspek pemahaman konsumen akan mobil listrik, munculnya banyak produk dan brand baru, hingga harga yang dianggap kompetitif dengan apa yang ditawarkan oleh sederet EV baru yang hadir di Indonesia.
Dari banyaknya EV baru yang mengaspal di Indonesia dalam dua tahun terakhir, ada satu produk yang di awal kehadirannya langsung menggebrak pasar, dan lantas menjadi mobil yang fenomenal. Mobil tersebut tak lain adalah Jaecoo J5 EV.
Tentu bukan tanpa alasan kenapa J5 EV bisa langsung menggebrak pasar dan menjadi fenomena baru di pasar otomotif Indonesia, khususnya di segmen mobil listrik.
Sebab, J5 EV memang punya modal yang lengkap untuk menarik perhatian konsumen, dan poin-poin krusial akan sebuah EV pun juga berhasil diformulasi dengan sangat baik olehnya.

Eksterior Sangat Mirip dengan Jaecoo J7
Waktu J5 EV pertama kali hadir, banyak yang menyebut kalau ia adalah J7 versi listrik. Anggapan tersebut rasanya tak berlebihan dan tak salah untuk dilontarkan.
Soalnya, J5 EV memang punya desain eksterior yang sangat mirip dengan J7. Tapi pastinya, ada beberapa detail yang menjadi pembeda antara keduanya.
Perbedaan yang paling jelas terlihat antara J5 EV dan J7 di eksterior terdapat di fascia depannya. Bahkan, perbedaan wajah antara J5 EV dan J7 terbilang signifikan.
Seperti mobil listrik pada umumnya, fascia depan Jaecoo J5 EV tampil tertutup, karena bumper depannya juga sekaligus merangkap sebagai gril. Kemudian lampu depan SUV EV ini punya bentuk persegi panjang.
Berkat desain bumper depan dan grilnya, alhasil tarikan garis desain fascia depan J5 EV jadi sedikit lebih melandai jika dibandingkan dengan J7.
Bergeser ke samping, kemiripan J5 EV dengan J7 langsung terpampang jelas, karena siluet bodi antara keduanya memang serupa.
Akan tetapi jika dibandingkan dengan J7, J5 EV punya bodi samping yang tampak sedikit lebih ramping dari J7.
Detail lain yang membedakan J5 EV dan J7 di samping adalah desain pelek. Pelek kedua mobil tersebut memang sama-sama bermotif palang lima dengan warna two tone. Tapi pada J5 EV, motifnya dibuat sedikit lebih dinamis.
Di bagian buritan J5 EV, kita kembali dipertemukan dengan desain yang sangat mirip dengan J7.
Bedanya, bagian belakang J5 EV tidak memiliki lampu reflektor yang berdiri di bagian samping bumper.
Makanya, bagian belakanng Jaecoo J5 EV jadi tampak lebih ramping dan kalem jika dibandingkan dengan J7 yang terkesan lebih lebar dan berotot.

Interior Berbeda dengan J7
Punya banyak kemiripan di eksterior, ternyata tak membuat kabin J5 EV jadi memiliki banyak kesamaan dengan J7 di interior.
Dimulai dari desain dasbor. Sejatinya, dasbor J5 EV dan J7 sama-sama menganut desain yang mengotak. Tapi, penempatan layar head unit dan instrument cluster keduanya berbeda.
Di J7, layar head unit dan instrument cluster-nya dibuat ala model floating, alias seperti terpisah dengan dasbor. Sedangkan di J5 EV, kedua layar tersebut dibuat menyatu dengan dasbor.
Layar head unit kedua mobil tersebut sama-sama tampil dengan format potrait dengan ukuran yang sama. Bedanya, di J5 EV, layar head unit-nya dibuat menyambung dengan panel konsol tengah.
Sedikit menyinggung soal konsol tengah, di J5 EV, hanya ada tiga tombol fisik, yakni untuk hazard, pengaturan mode berkendara, dan kunci pintu. Jumlah tombol fisik di J5 EV ini lebih sedikit daripada J7 yang ada enam buah.
Perbedaan detail kabin antara J5 EV dan J7 berlanjut sampai ke model setir. Kalau J7 memakai setir palang tiga, J5 EV menggunakan setir palang dua dengan bagian bawah flat bottom.
Belum berhenti sampai di situ, model door trim J5 EV dan J7 juga berbeda. Jika J7 memiliki desain door trim yang mengotak, di J5 EV justru tampil dengan gaya streamline yang lebih dinamis.

Akomodasi Cukup Mumpuni
Melihat dimensi Jaecoo J5 EV yang agak besar, pastinya membuat kita berfikir kalau mobil ini mampu menyuguhkan akomodasi yang mumpuni, dan dugaan itu ada benarnya.
Yang cukup membuat kaget, akomodasi barang pada Jaecoo J5 EV justru terasa lebih baik daripada untuk penumpang.
Pasalnya, mobil yang dirakit di pabrik Handal Motor ini memiliki volume bagasi yang luas, dan ia juga punya bagasi tambahan di kapnya.
Sementara untuk akomodasi penumpangnya, malah biasa saja. Saat kami duduk di belakang bangku pengemudi yang sudah kami sesuaikan dengan posisi mengemudi ideal kami yang berpostur 175 cm, kami hanya mendapatkan legroom sebanyak tiga jari.
Sisa legroom yang terbatas tersebut memang membuat kami kaget. Untungnya, masalah legroom yang terbatas tersebut terkompensasi dengan kemiringan bangku belakang yang rebah, serta headroom yang luas.

Spesifikasi dan Rasa Berkendara
Menyoal spesifikasi, J5 EV dibekali baterai LFP berkapasitas 60.9 kWh yang bertenaga 210 dk dan torsi 288 Nm. Tenaga dan torsi tersebut disalurkan ke roda depan.
Menurut klaim pabrikan, J5 EV bisa mencapai jarak tempuh 461 km dalam kondisi baterai penuh. Namun saat kami mengecas baterainya hingga penuh, jarak tempuh di MID malah menunjukkan angka 490 km.
Lantas, bagaimana dengan rasa berkendaranya?. Berbekal tenaga dan torsi yang besar, jelas membuat J5 jadi punya performa yang kuat dan cekatan. Singkatnya, untuk masalah performa, tak ada yang perlu dikeluhkan dari J5 EV.
Di sisi lain, performanya yang besar tersebut malah memberikan dampak terhadap handling-nya.
Saat kami menggeber J5 EV di kecepatan di atas 80 km/jam, bobot setirya malah terasa lebih ringan, sehingga membuat feedback-nya jadi kurang mantap.
Bisa jadi, bobot setir yang jadi lebih ringan saat mobil dipacu kencang itu disebabkan karena roda penggeraknya menerima muntahan tenaga yang besar secara terus-menerus.
Atau mungkin saja, sistem electronic power steering Jaecoo J5 EV, tidak secara adaptif menyesuaikan bobotnya saat roda penggerak menerima muntahan tenaga yang besar.
Pun demikian dengan kestabilannya, yang ternyata masih memiliki gejala limbung. Untuk hal ini, masih bisa kami maklumi mengingat J5 EV punya dimensi yang cukup besar dan tinggi.
Pendek kata, perihal performa, J5 EV jelas sangat bisa andalkan. Tapi untuk masalah handling, masih perlu ditingkatkan lagi agar bisa lebih fun to drive.

Kesimpulan
Pantas saja Jaecoo J5 EV bisa dengan mudah mencuri hati konsumen, sekaligus menjadi fenomena baru di segmen mobil listrik di Indonesia. Karena hampir semua aspek penting akan sebuah EV, ada pada dirinya.
Mulai dari tongkrongan khas SUV tulen, akomodasi yang cukup mumpuni, fiturnya lengkap, jarak tempuh yang jauh, hingga performa yang impresif.
Memang, untuk masalah handling, Jaecoo J5 EV bukan yang terbaik di kelasnya, karena feedback setirnya terasa kurang mantap saat dipacu di kecepatan tinggi, dan juga masih memiliki gejala limbung.
Walau masih punya catatan, tapi banyak orang yang mau menutup mata dan tidak menghiraukan hal tersebut. Penawar dari catatan tersebut tentu saja adalah harganya yang terjangkau.
Bayangkan saja, dengan harga Rp 309.9 juta on the road DKI Jakarta (tipe Premium), kita sudah bisa mendapatkan sebuah EV yang komplet. Bahkan jika tak mementingkan fitur, kita bisa menghemat Rp 30 juta dengan memilih varian Standard. (GO/Gie)


