Ragam

Meski Berat Terguncang Covid-19, Industri Otomotif Mulai Merambat Naik

GARDUOTO – Dampak pandemi Covid-19 memang memberikan guncangan yang cukup kencang di seluruh sektor ekonomi, termasuk industri otomotif.

Ini terjadi bukan saja di Indonesia tapi juga seluruh negara dunia merasakannya. Meski demikian industri otomotif Indonesia perlahan bangkit meski tidak seperti dalam keadaan normal.

Hal ini ditegaskan Kementerian Perindustrian dalam Webinar Diskusi Virtual Industri Otomotif yang bertajuk ‘Upaya Pemerintah Bangkitkan Industri Otomotif dari Dampak Pandemi COVID-19’.

“Setelah mempelajari situasinya, kita optimis untuk meningkatkan industri otomotif dan bisa dilihat kini sudah mulai tumbuh meski tidak seperti situasi sebelum masa pandemi,” tegas Direktur Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Taufiek Bawazier.

Dirinya menambahkan bahwa industri otomotif Indonesia diprediksi masih akan terus tumbuh jika dilihat dari pertumbuhan kendaraan dan masih sedikitnya kepemilikan kendaraan masyarakat.

“Gambaran umum industri kendaraan bermotor nasional, untuk industri kendaraan bermotor (KBM) roda empat (R4) atau lebih di Indonesia saat ini ada 19 pabrik/perusahaan, dengan produksi (2019) mencapai 1,28 juta unit kapasitas produksi 2,35 juta unit pertahun, menyerap tenaga kerja 38,47 ribu orang dan jumlah investasi sampai dengan 2019 mencapai Rp 93,22 triliun. Ini masih bisa ditingkatkan, jika melihat rasio kepemilikan mobil hanya 87 unit per 1.000 penduduk,” tambahnya.

Taufiek juga menjelaskan bahwa untuk industri kendaraan bermotor (KBM) R2 (roda dua / sepeda motor) dan R3 (roda tiga) akan tetap tumbuh.

Saat ini sudah ada 26 pabrik/perusahaan yang sudah berdiri di Indonesia dengan total produksi (2019) mencapai 7,29 juta unit dan kapasitas produksi mencapai 9,53 juta unit/tahun. Serta memperkerjakan 31,91 ribu pekerja dan menginvestasikan dana (hingga 2019) Rp 10,05 triliun.

“Ini juga masih bisa ditingkatkan dengan rasio kepemilikan sepeda motor yang relatif masih kecil 1 unit motor per 3,5 penduduk,” jelas Taufiek.

Taufiek memaparkan bahwa untuk Wholesale (dari pabrik ke dealer) pada 2020 pada kuartal ke-2 (April-Juni) ada penurunan signifikan akibat pandemi hanya mencapai 24.042 unit, namun mengalami peningkatan signifikan mencapai 362 persen pada kuartal ke-3 mencapai 111.114 unit.

“Sedangkan untuk R2 dan R3, wholesale pada kuartal ke-2 (April-Juni) mencapai 1.545.165 unit, namun merangkak naik pada kuartal ke-3 (Juli-September) mencapai 1.693.032 atau mengalami peningkatan mencapai 9,5 persen,” tambahnya.

Meski demikian Taufiek optimistis industri otomotif akan terus berkembang dan akan menjadi lebih baik pada 2021 mendatang meski pandemi belum dipastikan akan beralalu atau tidak.[Go/RES]

FIFGROUP Raih Brand Awareness Award Diajang Indonesia Financial Award 2020

Previous article

Mobil Legenda Peugeot 205 GTi direstorasi Jadi Kinclong

Next article

You may also like

More in Ragam

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *