Gardu Tol

Erick Thohir didesak Lanjutkan ‘Bersih-bersih’ ke PT Jasa Marga

GARDUOTO – Bersih-bersih yang dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dibeberapa BUMN diharapkan bisa terus dilanjutkan.

Kali ini “bersih-bersih” perlu segera dilakukan Menteri BUMN di perusahaan pengelola jalan tol. Ini sebagai tindak lanjut dari sikap Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Arryani, yang pernah tiga kali tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Hal itu disampaikan Sabda Pranawa Djati, selaku Sekretaris Jenderal Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) dalam keterangan pers tertulisnya (07/01).

Sabda meminta Menteri BUMN untuk terus bersikap tegas terhadap direksi dan manajemen BUMN yang sewenang-wenang dalam mengelola perusahaan dan tidak tunduk pada hukum yang berlaku.

Termasuk yang diduga melanggar Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

Dalam hal ini, Sabda juga mengecam tindakan Direksi PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (PT JLJ) anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero), yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dan melanggar UU Ketenagakerjaan, terhadap Mirah Sumirat selaku Presiden Serikat Karyawan PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (SK JLJ).

“Ada UU Ketenagakerjaan dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang ‘dikangkangi’ oleh Direksi PT JLJ dalam proses PHK terhadap Presiden SK JLJ. Ini ada apa? Apa yang ditakutkan oleh Direksi PT JLJ, sehingga “ngotot banget” untuk segera mem-PHK secara sepihak seorang pimpinan serikat pekerja tanpa prosedur hukum yang berlaku?” tanya Sabda.

ASPEK Indonesia menduga bahwa Direksi PT Jasa Marga dan Direksi PT JLJ ‘gerah’ dengan sepak terjang Mirah Sumirat selama ini dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di PT JLJ dan di perusahaan jalan tol lainnya. Sehingga ‘ngotot’ melakukan PHK dengan menabrak UU Ketenagakerjaan dan PKB yang berlaku.

Sehubungan dengan PHK yang dilakukan terhadap Mirah Sumirat, ASPEK Indonesia bersama KSPI dan berbagai organisasi serikat pekerja, akan melakukan aksi. Di kantor pusat PT JLJ di Jati Asih Bekasi.

Terpisah, Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap Mirah Sumirat.

Senada dengan penjelasan Sabda, Said Iqbal menilai PHK terhadap Mirah bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan dan Perjanjian Kerja Bersama.

Perlu diketahui, Mirah Sumirat saat ini menjabat sebagai Presiden ASPEK Indonesia, Pembina Jamkes Watch KSPI dan juga Presiden Women Committee UNI Asia Pacific, serta menjabat Wakil Ketua Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional periode 2017-2019.

“Aksi akan kami lakukan di Kantor Pusat PT JLJ pada hari Kamis, 9 Januari 2020 melibatkan ribuan buruh,” tegas Iqbal.

Jika tuntutan tidak dipenuhi, buruh juga berencana melakukan aksi ke Kantor Pusat Jasa Marga pada tanggal 20 Januari 2020.[Go/Res]

Adapun tuntutan yang hendak disampaikan dalam aksi ini adalah:

1. Cabut Surat Keputusan Direksi PT JLJ No. 119/KPTS-JLJ/IV/2019 tertanggal 18 April 2019 tentang Pemutusan Hubungan Kerja dan pekerjakan kembali Mirah Sumirat, SE.

2. Laksanana Perjanjian Kerja Bersama yang berlaku, secara konsekuen dan mengedepankan musyawarah untuk mufakat.

3. Jaminan hak kebebasan berserikat tanpa intimidasi kepada anggota dan pekerja PT JLJ.

Beberapa SPBU Terendam Banjir Kembali Beroperasi

Previous article

FIFGROUP Peduli Berikan Bantuan Kepada Masyarakat, Pelanggan dan Karyawan

Next article

You may also like

More in Gardu Tol

2 Comments

  1. FORUM KOMUNIKASI KARYAWAN PT JLJ (FORSIWAN JLJ)
    No. 01/2020
    Tanggal 08 Januari 2020

    PERNYATAAN SIKAP FORUM KOMUNIKASI KARYAWAN PT JLJ MENOLAK CAMPUR TANGAN PIHAK LUAR

    Bekasi, (08/01) Menanggapi rencana aksi unjuk rasa yang akan diadakan oleh Sdri. Mirah Sumirat (MS) dengan menarik turut sertanya organisasi lain diluar organisasi karyawan di PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (PT JLJ) maka kami atas nama FORUM KOMUNIKASI KARYAWAN PT JLJ (FORSIWAN JLJ) merasa perlu dan berkepentingan untuk bersikap serta menyampaikan kebenaran yang sebenar-benarnya berdasarkan fakta-fakta sebagai berikut :

    1. Menyesalkan adanya organisasi diluar organisasi karyawan di PT JLJ yang ditarik oleh MS dalam perselisihannya dengan Perusahaan yang merupakan perselisihan internal antara yang bersangkutan dengan Perusahaan dan atas ditariknya pihak lain dalam aksi unjuk rasa tersebut maka MS dapat dinyatakan telah melanggar Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga Organisasi (AD/ART) Kekaryawanan di PT JLJ.

    2. FORSIWAN JLJ mendukung PHK terhadap MS dikarenakan MS sebagai Karyawan telah mendapatkan Surat Peringatan I, II dan III (terakhir) dan tetap melakukan pelanggaran lain SEHINGGA jelas MS tidak mampu memberikan contoh tauladan sebagai Karyawan yang baik dan cenderung selalu menciptakan suasana tidak harmonis baik dengan sesama Karyawan maupun dengan Perusahaan.

    3. Kami selaku Karyawan menuntut pertanggung jawaban transparansi dari MS atas pemotongan uang gaji kami selama ini sebesar 1 % yang sampai dengan saat ini kami tidak pernah mendapatkan laporan pertanggung jawaban atas penggunaan uang kami tersebut dan TIDAK PERNAH mendapatkan manfaat apapun bagi kami atas uang kami yang telah di potong oleh MS selaku Pimpinan SK JLJ dan APABILA tuntutan kami ini diabaikan maka Kami akan meminta pertanggung jawaban MS secara hukum.

    4. Kami selaku Karyawan merasakan bahwa SK JLJ dibawah kepemimpinan MS cenderung membuat hubungan kerja sesama Karyawan maupun hubungan kerja dengan perusahaan menjadi tidak harmonis dan menuntut MS untuk selanjutnya tidak menyebarkan issue-issue yang TIDAK BENAR terhadap Perusahaan.

    5. TIDAK BENAR di Perusahaan adanya program penugasan paksa Karyawan ke perusahaan lain dan TIDAK BENAR adanya Karyawan Pensiun Dini dipaksa oleh perusahaan melainkan seluruh kegiatan maupun program kerja dilakukan oleh Karyawan secara profesional dan suka rela sesuai dengan kewajiban kami sebagai Karyawan untuk bekerja mencari nafkah guna kepentingan masa depan masing-masing keluarga kami.

    6. MENOLAK seluruh kegiatan PIHAK LAIN yang tidak berkepentingan untuk melakukan UNJUK RASA di Perusahaan kami yang HANYA untuk kepentingan pribadi MS dan tidak membawa manfaat bagi kami selaku Karyawan yang JUSTRU dapat membawa dampak buruk bagi Karyawan yang pada akhirnya mencelakakan masa depan kami maupun masing-masing keluarga kami.

    Demikian pernyataan sikap kami ini disampaikan agar semua pihak terutama Serikat Pekerja di Seluruh Indonesia memahami fakta-fakta yang sebenarnya dan tidak memberikan penilaian sendiri atas issue-issue yang tidak benar disampaikan MS maupun pihak lain yang hanya untuk dan kepentingan pribadi MS.

    ______
    Keterangan lebih lanjut hubungi
    Nurudin
    Ketua Forum Komunikasi Karyawan PT JLJ
    Plaza Tol Jati Asih
    Komsen – Bekasi 17423
    No HP. 081213125227

  2. Mirah sumirat tidak rasional dan selalu menuntut hak tanpa diimbangi memenuhi kewajiban sebagai karyawan

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *