GARDUOTO — Defender resmi memperkenalkan tiga varian perdana dari keluarga kendaraan militer terbarunya, Defender Wolf Series II, di fasilitas uji coba Millbrook, Bedfordshire, Inggris. Kehadiran lini anyar ini menandai kembalinya merek ikonik tersebut ke kancah kendaraan pertahanan militer setelah lebih dari 70 tahun sukses mengabdi lewat model Land Rover dan Defender Wolf original.
Peluncuran ini juga menjadi langkah strategis JLR (Jaguar Land Rover) melalui divisi khusus terbarunya, Defender Defence Division. Divisi ini dibentuk untuk membidik tender Light Mobility Vehicle (LMV) dari Kementerian Pertahanan Inggris (MoD), sekaligus memasarkan kendaraan tangguh ini ke berbagai organisasi pertahanan di bawah aliansi NATO.
Tiga Varian Andalan untuk Medan Ekstrem
Dalam debut perdananya, Defender memamerkan tiga varian utama yang dirancang khusus untuk memenuhi standar ketat Kementerian Pertahanan Inggris. Ketiga model tersebut adalah:
- Tactical Mobility Vehicle (TMV): Varian taktis serbaguna untuk mendukung mobilitas pasukan di berbagai medan operasi berat.
- Mono-Tactical Mobility Vehicle (M-TMV / Mono-TMV): Varian dengan konfigurasi khusus yang gesit dan lincah untuk misi pengintaian serta respons cepat.
- Utility Vehicle (UV): Kendaraan utilitas tangguh untuk keperluan logistik, angkut pasukan, dan penunjang operasional militer harian.
Selain ketiga model di atas, Defender turut memamerkan jajaran lengkap lini pertahanan mereka di area pameran, meliputi General Purpose Vehicle (GPV), Command and Control Vehicle (C2V), hingga Battlefield Ambulance (BFA) serta mobil reli Dakar yang tangguh di medan off-road.
DNA Inggris dan Performa Tanpa Kompromi
Patrick McGillycuddy, Managing Director Defender, mengungkapkan rasa bangganya atas peluncuran kendaraan militer generasi baru ini. Menurutnya, Defender Wolf Series II dirancang dan direkayasa sepenuhnya di Inggris, menggunakan teknologi serta mesin buatan lokal asal Wolverhampton guna memastikan kedaulatan teknologi pertahanan domestik (sovereign capability).
Dari sisi konstruksi, Defender Wolf Series II mengandalkan arsitektur platform D7x berbahan aluminium monokok yang terkenal sangat kokoh. Struktur ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi militer untuk mengadaptasi kendaraan ke dalam berbagai fungsi sesuai kebutuhan operasional di lapangan.
Ketangguhan kendaraan ini bukan sekadar klaim di atas kertas. Selama masa pengembangan, Defender Wolf Series II telah melalui lebih dari 62.000 tahap pengujian ketat serta prosedur Extreme Event Test milik JLR.
Keunggulan performanya juga terbukti nyata setelah sukses menaklukkan berbagai rintangan ekstrem dalam uji coba independen Kementerian Pertahanan Inggris, serta kesuksesan Defender di ajang reli Dakar.
Dengan kombinasi warisan sejarah panjang, teknologi modern buatan Inggris, serta kapabilitas off-road kelas dunia, Defender Wolf Series II siap menjadi standar baru armada mobilitas militer masa depan.




