GARDUOTO - Defender resmi memperpanjang kerja sama kemanusiaannya dengan Palang Merah Britania Raya (British Red Cross) hingga tahun 2029. Komitmen ini menandai perjalanan sejarah 75 tahun kemitraan tanggap darurat yang konsisten membantu masyarakat terdampak bencana di seluruh dunia.
Hubungan erat antara pabrikan SUV ketangguhan tinggi ini dan lembaga kemanusiaan telah tercipta sejak era Series Land Rover pertama. Pada tahun 1954, Land Rover Series I yang diubah menjadi dispensari medis keliling pertama kali bertugas bersama Palang Merah di gurun Dubai. Sejak saat itu, Defender telah menjangkau lebih dari dua juta orang di 50 negara melalui aksi tanggap darurat dan program penanganan bencana.
Armada Spesifikasi Khusus NGO untuk Medan Ekstrem
Dalam fase baru ini, Defender menerjunkan armada khusus berstandar Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO). Mobil-mobil ini dirancang bersama International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) agar siap menghadapi kondisi medan terberat dan menjangkau lokasi terisolasi.
Spesifikasi NGO ini tersedia pada tipe Defender 110 Plug-in Electric Hybrid, Defender 110 D250, serta Defender 130 D250. Seluruh unit dibekali fitur Driver Assist dan paket Advanced Off-Road. Fitur-fitur ini memastikan relawan dan tenaga medis dapat melintasi medan berlumpur, banjir, hingga area pegunungan yang sulit dijangkau kendaraan biasa.
Fakta Kunci Kemitraan Defender x Palang Merah:
- Target Dampak: Membantu lebih dari 100.000 orang secara langsung dalam 3 tahun ke depan.
- Fokus Wilayah: Program tanggap bencana di Inggris, Nigeria, dan India.
- Dukungan Tambahan: Pelatihan P3K penyelamatan jiwa, bantuan dana, serta peningkatan kapasitas masyarakat lokal.
Komitmen Sosial dan Bantuan Proaktif
Selain penyediaan unit kendaraan tangguh, Defender memberikan pendanaan langsung untuk mendukung pelatihan pekerja kesehatan, pembangunan infrastruktur air, dan bantuan finansial darurat.
Langkah ini bertujuan membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi krisis jangka panjang, seperti banjir di Inggris maupun dampak perubahan iklim di Nigeria.
Managing Director Defender, Mark Cameron, menyampaikan bahwa kebutuhan akan layanan kemanusiaan saat ini kian mendesak di tengah ancaman perubahan iklim dan ketidakstabilan global.
Senada dengan itu, CEO British Red Cross, Béatrice Butsana-Sita, menyambut baik perpanjangan kemitraan ini untuk memastikan tim medis dapat terus berada di garis terdepan saat krisis terjadi.
Defender juga menguatkan perannya sebagai anggota pendiri Disaster Relief Alliance (DRA). Berbeda dengan pendanaan bencana tradisional yang baru mengalir setelah krisis terjadi, DRA berfokus pada investasi proaktif sebelum bencana melanda.
Dengan kesiapan yang lebih matang, tim Palang Merah dapat merespons darurat dengan cepat dan membantu pemulihan masyarakat secara lebih efektif.






