⌂ Beranda Motor WMS Ajak Pemotor #Cari_Aman saat Berkendara di Tengah Abu Vulkanik
MotorRagamKomunitas

WMS Ajak Pemotor #Cari_Aman saat Berkendara di Tengah Abu Vulkanik

WMS Ajak Pemotor #Cari_Aman saat Berkendara di Tengah Abu Vulkanik
A A Ukuran Teks16px

GARDUOTO - Aktivitas gunung berapi di beberapa wilayah Indonesia kembali meningkat belakangan ini. Hujan abu vulkanik yang terbawa angin tidak hanya mengganggu rutinitas sehari-hari, tetapi juga menyimpan bahaya nyata bagi para pengendara sepeda motor yang tetap harus bermobilitas.

Secara teknis, partikel abu vulkanik memiliki ukuran yang amat halus namun bersifat abrasif. Selain berisiko memicu iritasi mata, hidung, dan saluran pernapasan, abu vulkanik yang menutupi permukaan aspal membuat jalanan menjadi licin. Ditambah lagi, jarak pandang pengendara otomatis berkurang drastis.

Menyikapi kondisi tersebut, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta – Tangerang turun tangan. Melalui tim Safety Riding Promotion (SRP), WMS mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu mengedepankan kampanye #Cari_Aman demi keselamatan bersama.

“Keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan oleh kemahiran mengendalikan motor, melainkan bagaimana kita membaca risiko dari kondisi lingkungan sekitar. Saat melintasi jalanan yang terdampak abu vulkanik, pengendara wajib lebih tenang, jaga emosi, dan tidak terburu-buru,” tegas Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati.

6 Panduan Edukasi #Cari_Aman Menghadapi Abu Vulkanik

Untuk membantu para pemotor tetap aman dan nyaman di jalanan, tim SRP WMS membagikan enam panduan krusial yang wajib dipraktikkan:

1. Tutup Visor Helm Rapat-Rapat
Gunakan helm full face atau open face dengan visor transparan yang tertutup rapat. Visor melindungi mata dari serbuan partikel tajam abu vulkanik yang bisa memicu iritasi dan menghilangkan fokus berkendara secara mendadak.

2. Wajib Pakai Masker N95
Partikel halus abu sangat mudah masuk ke paru-paru. Pakailah masker dengan daya saring tinggi seperti standar N95 dan pastikan terpasang menutupi hidung serta mulut secara sempurna.

3. Kurangi Kecepatan Motor
Lapisan abu membuat traksi ban ke aspal berkurang tajam. Turunkan laju kendaraan agar Anda punya cukup waktu merespons medan yang licin dan menjaga kestabilan motor.

4. Perlebar Jarak Aman
Jangan berkendara terlalu dekat dengan kendaraan di depan. Jarak ekstra memberikan ruang henti yang aman mengingat jarak pengereman di atas aspal berabu menjadi lebih panjang.

5. Hindari Rem dan Manever Mendadak
Pengereman keras atau belok secara tiba-tiba sangat berpotensi membuat ban selip dan motor terjatuh. Lakukan pengereman secara halus dan bertahap serta manuver dengan gerakan yang terukur.

6. Jarak Pandang Buruk? Segera Buka Ruang Tebeng!
Jika ketebalan abu mulai menghalangi pandangan, jangan nekat melanjutkan perjalanan. Segera tepi kendaraan di tempat aman dan terlindung hingga kondisi udara membaik.

“Pada kondisi darurat seperti paparan abu vulkanik yang pekat, pengendara dituntut bijak mengambil keputusan. Jangan terburu-buru dan jangan memaksakan diri. Mari jaga keselamatan diri sendiri dan hormati sesama pengguna jalan,” tambah Agus Sani.

Komitmen keselamatan berkendara bukan hanya slogans semata, melainkan tindakan nyata di lapangan. Melalui edukasi berkesinambungan ini, WMS berharap para pemilik sepeda motor di area Jakarta dan Tangerang senantiasa menerapkan semangat #Cari_Aman, menjaga kewaspadaan, dan saling melindungi di mana pun perjalanan berlanjut.

📰 Update Terbaru