⌂ Beranda Motor WorldSBK Magny-Cours 2026: Tim BMW Motorrad Keteteran
MotorSport

WorldSBK Magny-Cours 2026: Tim BMW Motorrad Keteteran

WorldSBK Magny-Cours 2026: Tim BMW Motorrad Keteteran
A A Ukuran Teks16px

Hasil buruk menimpa ROKiT BMW Motorrad di WorldSBK Magny-Cours 2026. Kendala cengkeraman ban buat Danilo Petrucci dan Miguel Oliveira harus puas finis di posisi papan bawah.

GARDUOTO - Sirkuit Magny-Cours di Prancis kembali menjadi panggung ujian berat bagi skuad ROKiT BMW Motorrad WorldSBK Team pada seri kesembilan FIM Superbike World Championship (WorldSBK) 2026.

Meski sebelumnya sempat menorehkan hasil manis dalam sesi tes musim panas di bulan Agustus, keberuntungan seolah berpaling dari tim pabrikan asal Jerman ini saat balapan utama digelar.

Dua pebalap andalan BMW, Danilo Petrucci dan Miguel Oliveira, terpaksa berjuang ekstra keras melintasi lintasan dari barisan belakang.

Akibat kendala teknis dan posisi start yang tak menguntungkan, keduanya hanya mampu mengamankan sedikit poin dari akhir pekan yang menguras energi tersebut.

Masalah Grip Kunci Kegagalan di Kualifikasi

Akar masalah tim BMW Motorrad sejatinya sudah mulai mengintai sejak sesi kualifikasi Superpole. Perubahan cuaca dan suhu permukaan lintasan yang merosot tajam dibanding saat tes Agustus membuat karakter motor BMW M 1000 RR berubah drastis.

Kuda besi tersebut mendadak kehilangan tingkat cengkeraman (grip) optimal yang sangat dibutuhkan di tikungan-tikungan teknis Magny-Cours.

Kondisi ini menyulitkan pebalap untuk memaksimalkan potensi kecepatan motor. Alhasil, Danilo Petrucci harus puas mengamankan posisi start ke-18. Sementara itu, Miguel Oliveira mengekor tepat di belakangnya pada posisi ke-19.

Memulai balapan dari grid papan bawah jelas menjadi beban berat yang memangkas peluang mereka untuk merangsek ke barisan depan.

Perjuangan Sengit Petrucci dan Oliveira di Balapan Utama

Pada balapan pertama (Race 1) hari Sabtu yang diwarnai insiden penghentian balapan (red flag), Petrucci tampil gigih dan berhasil merangkak naik hingga finis di peringkat ke-13.

Nasib kurang beruntung dialami Oliveira yang terjatuh di paruh awal balapan sehingga gagal melanjutkan persaingan.

Memasuki hari Minggu, para teknisi BMW bekerja keras melakukan penyesuaian setelan (setup) motor demi mendongkrak performa. Hasilnya langsung terlihat pada ajang Superpole Race yang berdurasi singkat.

Oliveira tampil sangat agresif dengan melesat naik tujuh posisi untuk finis di urutan ke-12, sedangkan Petrucci menyelesaikannya di posisi ke-16.

Pada Race 2, semangat pantang menyerah kembali ditunjukkan kedua pebalap meski kembali memulai balapan dari posisi paling belakang.

Petrucci sukses mengamankan posisi ke-12. Oliveira sebenarnya mampu menyentuh garis finis tepat di belakang Petrucci, namun penalti akibat memotong jalur di Tikungan 6 membuat posisinya terlempar ke peringkat ke-15.

“Kami memiliki tes yang positif di sini, tetapi sayangnya gagal membawa potensi tersebut ke akhir pekan balapan. Suhu lintasan yang jauh lebih rendah mempengaruhi tingkat cengkeraman lebih dari yang diperkirakan. Fokus kami sekarang adalah menganalisis data dan bangkit kembali di Cremona.”

— Sven Blusch & Christian Gonschor, BMW Motorrad Motorsport

Klasemen Sementara dan Evaluasi Menuju WorldSBK Cremona

Hasil kurang memuaskan di Prancis membuat posisi BMW di tabel klasemen sementara tertahan di papan tengah.

Miguel Oliveira kini menempati peringkat ke-11 klasemen pebalap dengan koleksi 107 poin, disusul Danilo Petrucci di posisi ke-16 dengan 55 poin. Sementara di kategori manufaktur, BMW bertahan di peringkat keempat dengan total 143 poin.

Tidak ingin berlarut dalam kekecewaan, BMW Motorrad Motorsport langsung mengalihkan fokus ke markas besar mereka di Munich untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

Analisis data balapan secara mendalam menjadi prioritas utama guna membenahi masalah grip pada BMW M 1000 RR. Persiapan matang ini dilakukan demi menyambut seri ke-10 WorldSBK 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Cremona, Italia, pada 25–27 September mendatang.

📰 Update Terbaru