GARDUOTO – Menanggapi dinamika pasar akan bertumbuhnya segmen Small Crossover di Indonesia, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pun menghadirkan Fronx pada pertengahan 2025 lalu.
Datang agak belakangan, menuntut Fronx harus memiliki nilai lebih atau eksklusifitas yang tak dimiliki oleh para pesaingnya yang sudah lebih dulu hadir.
Untungnya, Suzuki peka akan hal tersebut. Makanya, mereka menghadirkan beberapa hal yang berbeda atau terbilang baru pada Fronx, khususnya buat varian SGX, yang merupakan tipe tertingginya.
Dengan segala eksklusifitas yang dimiliki oleh Fronx SGX, membuat mobil ini seakan berada selangkah di depan para pesaingnya, walau memang ia belum bisa dibilang sebagai yang paling superior di kelasnya.

Desain Eksterior Bergaya SUV Coupe
Diferensiasi utama antara Fronx dengan para kompetitornya terletak pada desain eksteriornya.
Kalau para pesaingnya masih menganut desain eksterior yang mengotak, Fronx malah tampil dengan gaya ala SUV Coupe.
Selain membuatnya tampil beda, desain eksterior ttersebut juga membuat Suzuki Fronx jadi tampak lebih dinamis dan berkelas dari mobil-mobil lain di kelasnya.
Khusus varian SGX, eksklusifitasnya kian kuat karena ada unsur permainan warna yang tak ditemukan pada varian lain di bawahnya.
Hanya pada Fronx SGX, kita bisa memilih warna eksterior Ice Grayish Blue, dan kombinasi warna two tone (atap dan spion hitam).
Kemudian pelek pada Fronx SGX pun juga dicat warna hitam. Ini berbeda dengan varian Fronx lainnya yang peleknya menganut warna two tone. Meski begitu, untuk desain pelek, tidak ada yang berbeda antara semua varian Fronx.

Interior Cukup Mewah
Tak hanya fokus di luar, Suzuki juga menggarap interior Fronx secara serius. Hasilnya, mobil rakitan Cikarang ini punya desain interior yang cukup mewah untuk mobil sekelasnya.
Sebenarnya, kesan mewah tersebut muncul karena Fronx punya dasbor yang desainnya sangat mirip dengan milik Grand Vitara, yang tak lain merupakan kakaknya yang kelasnya berada setingkat di atasnya.
Tapi lebih dari itu, Fronx juga punya material interior yang cukup bagus. Bahkan pada Fronx SGX, terdapat beberapa material kulit di kabinnya, seperti di area jok dan setir.
Aplikasi tiga kombinasi warna di kabin Fronx juga turut menunjang kemewahannya. Adapun warna-warna yang terdapat di kabinnya antara lain hitam, burgundy, dan silver.

Akomodasi Rata-rata
Unggul di soal desain luar dan dalam, ternyata tak lantas membuat Fronx mampu mengungguli lawan-lawannya dalam hal akomodasi. Bukannya sempit, tapi kelegaan Fronx masih terhitung rata-rata di kelasnya.
Ruang kaki dan kepala Suzuki Fronx tak lebih lega dari para rivalnya. Pun demikian dengan bagasinya yang punya volume yang mirip-mirip seperti semua lawannya.
Sebagai gantinya, penumpang belakang Fronx diberikan fitur yang agak mewah berupa ventilasi AC di balik konsol tengah, dan dua buah slot charger.
Untuk diketahui, ventilasi AC di belakang ini tersedia untuk semua varian Fronx. Lebih dari itu, Fronx masih menjadi satu-satunya Small Crossover dari pabrikan Jepang yang memiliki fitur tersebut.

Punya Teknologi Suzuki Safety Support
Ini dia salah satu keistimewaan pada Fronx SGX. Pasalnya, ia adalah mobil Suzuki pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi Suzuki Safety Support (SSS), yang merupakan teknologi keselamatan aktif, atau yang biasa kita sebut dengan ADAS.
Di dalam SSS, terdapat banyak fitur penunjang keselamatan berkendara, antara lain; Dual Sensor Brake Support II (DSBS II), Lane Departure Warning (LDW) & Prevention (LDP).
Lane Keep Assist (LKA), Vehicle Swaying Warning (VSW), Blind Spot Monitor (BSM), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), serta Auto High Beam.
Di samping itu, Suzuki Fronx SGX juga punya adaptive cruise control dan head-up display. Untuk head-up display, fitur ini hanya ada di varian SGX, dan bahkan belum dimiliki oleh para pesaingnya.
Bila merasa terganggu dengan kinerja dari fitur-fitur SSS, pengemudi dapat mematikannya melalui tombol fisik yang ada di sebelah kanan dasbor.

Mesin dan Transmisi
Di sektor teknis, mesin yang diusung Suzuki Fronx bukan yang paling bertenaga di kelasnya. Akan tetapi, tidak berarti kalau mesin Fronx adalah yang paling inferior.
Fronx SGX mengadopsi mesin berkode K15C yang yang berkapasitas 1.5 L empat silinder. Jantung pacu ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 100 dk pada 6.000 rpm, dan torsi 135 Nm di 4.400 rpm.
Walau output tenaga dan torsinya biasa saja, tapi mesin Fronx SGX mempunyai nilai kompresi yang tinggi, yakni 1:12.1. Hal ini membuatnya perlu menenggak bahan bakar dengan nilai oktan minimal 95.
Lalu, Fronx SGX juga sudah mengaplikasikan teknologi mild hybrid atau Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).
Peranti ini menggabungkan mesin pembakaran internal dengan Integrated Starter Generator (ISG) dan baterai Lithium-Ion.
Oh ya, untuk soal transmisi, Fronx SGX juga berbeda dari para pesaingnya. Kalau kebanyakan mobil sekelasnya memakai transmisi CVT, Fronx SGX malah menggunakan otomatis konvensional enam percepatan.
Penggunaan transmisi tersebut membuat respons tenaganya terasa lebih natural, tapi tetap tidak kalah halus dengan kinerja yang disuguhkan oleh girboks CVT.

Kesimpulan
Sejak awal kemunculannya, Suzuki memang menaruh harapan yang besar pada Fronx. Makanya, mereka melakukan segala hal agar Fronx bisa menonjol di kelasnya, terutama pada varian SGX.
Segala hal yang diberikan Suzuki untuk Fronx SGX boleh dibilang total. Mulai dari pilihan warna eksklusif, fitur, hingga teknologi ADAS yang lengkap, semuanya bisa kita temukan di mobil ini.
Didukung lagi dengan tongkrongannya yang paling beda dari mobil lain sekelasnya, membuat Fronx SGX jadi punya daya pikat yang tidak mudah untuk disaingi oleh semua pesaingnya.
Kendati banyak hal yang menarik dari Suzuki Fronx SGX, tapi kita tetap tidak bisa membantah kalau belum semua hal di mobil ini bisa dibilang sempurna.
Pasalnya, untuk soal akomodasi orang dan barang, Suzuki Fronx masih terhitung rata-rata di kelasnya.
Begitu juga soal performanya yang biasa saja, meski sudah disokong dengan teknologi mild hybrid.
Terakhir mengenai masalah harga, Suzuki Fronx SGX masih terbilang kompetitif. Saat ini, ia dibanderol senilai Rp 328.3 juta, dan ada tambahan Rp 2 juta untuk pilihan warna eksterior two tone. Itu adalah harga on the road Jakarta. (GO/Gie)


