GARDUOTO – Rencana pemerintah untuk mengimpor kendaraan komersial dari India buat dijadikan sebagai kendaraan operasional Koperasi Merah Putih mendapat reaksi keras dari banyak pihak.
Salah satu pihak yang bereaksi terhadap langkah yang diambil oleh pemerintah adalah Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Tak heran kenapa Gaikindo langsung bereaksi atas kebijakan impor yang diambil oleh pemerintah.
Pasalnya, beberapa merek yang merupakan anggota Gaikindo, punya fasilitas pabrik di Indonesia.
Dengan kata lain, merek-merek tersebut mampu untuk memproduksi dan memenuhi kebutuhan kendaraan untuk proyek strategis pemerintah ini.
Maka itu, Gaikindo menyayangkan keputusan pemerintah untuk mengimpor kendaraan, daripada memilih produk dari produsen yang sudah punya pabrik di Indonesia.
Alih-alih merasa kecewa, pihak Gaikindo malah memaparkan peluang dan kemampuannya, andai nantinya pemerintah memilih kendaraan komersial rakitan lokal.
“Saya yakin kalau impor ataupun produsen lokal bermain dengan peraturan yang sama, saya yakin harga yang di dalam negeri itu akan kompetitif,” papar Anton Kumonty, Ketua Harian Gaikindo, kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Senada dengan Anton, Putu Juli Ardika, Ketua Umum Gaikindo, juga menekankan bahwa harga kendaraan rakitan lokal sebenarnya terjangkau dan kompetitif.
Alasannya karena kendaraan komersial yang dirakit di dalam negeri, punya kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.
“Secara harga, produk rakitan lokal itu kompetitif, karena TKDN-nya tinggi, rata-rata di atas 42 persen,” jelas Putu Juli Ardika.
Lantas, saat kembali diminta tanggapan mengenai impor kendaraan komersial, pihak Gaikindo tetap enggan untuk berkomentar lebih jauh.
Mereka hanya kembali menekankan bahwa pihaknya punya kemampuan memproduksi dan mengadakan, serta siap apabila nantinya pemerintah memilih produk rakitan lokal. (GO/Gie)


