GARDUOTO – Pada umumnya, mobil hybrid menawarkan sensasi berkendara yang lebih condong seperti mobil listrik ketimbang yang masih menganut mesin konvensional. Namun, pengalaman berbeda kami rasakan saat menjajal Honda HR-V RS e:HEV.
Jangankan dengan rival sekelasnya, dibandingkan dengan kakaknya saja, yakni CR-V RS e:HEV, HR-V RS e:HEV punya sensasi berkendara yang berbeda, meski cara kerja hybrid-nya sama.
Sensasi berkendara yang disuguhkan oleh HR-V RS e:HEV mungkin boleh saja disebut sebagai sebuah anomali. Tapi dalam konteks ini, anomali pada HR-V memiliki pengertian yang sangat positif.

Ubahan di Luar Hanya Sedikit
Honda sepertinya tak terlalu mementingkan soal tampilan pada HR-V RS e:HEV. Pasalnya, Compact Crossover kebanggaan mereka ini hanya mendapatkan sedikit penyegaran di bagian luar.
Penyegaran yang terdapat di eksterior hanya mencakup gril, serta motif garis baru dan latar lampu belakang yang dibuat sedikit lebih gelap.
Sebagai penanda bahwa ia adalah HR-V hybrid, maka disematkan emblem e:HEV di bawah emblem RS yang berada di bagian kanan bawah pintu bagasi.
Sedikitnya ubahan yang ada di eksterior Honda HR-V RS e:HEV, mungkin akan membuat sebagian orang tidak langsung bisa membedakannya dengan model yang sebelumnya.
Meski demikian, kami menilai kalau tampilan keseluruhan Honda HR-V RS e:HEV ini tetap masih sangat menarik.

Hampir Tak Ada yang Baru di Kabinnya
Berpatokan pada eksteriornya yang minim ubahan, maka kita tak bisa berharap kalau di kabinnya kita akan menemukan banyak hal baru.
Benar saja, hampir tidak ada sesuatu yang baru di kabin Honda HR-V RS e:HEV, kecuali di instrument cluster-nya.
Bukannya memakai layout atau desain baru, instrument cluster HR-V RS e:HEV masih menggunakan model yang lama.
Tetapi, bagian kiri instrument cluster-nya tidak lagi menjadi takometer, dan berubah menjadi layar MID, hingga dapat menyajikan ilustrasi kinerja sistem hybrid-nya.
Sampai sini, kami pun tak ragu untuk berasumsi bahwa Honda memang tidak mementingkan soal ubahan visual untuk HR-V hybrid, baik itu di eksterior, maupun interior.
Toh, siapa yang perlu ubahan visual yang signifikan, di saat apa yang ada pada Honda HR-V sekarang masih cukup dan menarik di mata banyak orang.

Tetap Memakai Mesin 1.5 L
Di sektor teknis, HR-V RS e:HEV tetap mengusung mesin berkapasitas 1.5 L empat silinder. Tapi, untuk model yang ini, mesinnya tak lagi disokong dengan turbo.
Adapun mesin yang diusung oleh varian tertinggi Honda HR-V ini ialah Atkinson 1.5 L DOHC i-VTEC. Mesin ini mempunyai tenaga sebesar 104 dk pada 6.000 – 6.400 rpm, dan torsi 127 Nm di rentang 4.500 – 5.000 rpm.
Lantaran ia adalah mobil hybrid, maka pastinya ada perangkat motor listrik yang mendampingi mesin bensinnya itu.
Motor listrik yang tersemat pada HR-V hybrid punya tenaga sebesar 129 dk dan torsi 253 Nm. Seluruh tenaga dan torsinya, dimuntahkan ke roda depan melalui transmisi E-CVT.

Sensasi Berkendara Beda
Di sini lah letak perbedaan signifikan antara Honda HR-V hybrid dengan mobil-mobil hybrid pada umumnya. Perbedaan yang disuguhkannya jelas menjadikannya punya poin lebih, sekaligus membuatnya jadi kian menyenangkan.
Letak perbedaan signifikan antara HR-V hybrid dengan mobil hybrid lainnya ada pada rasa berkendara yang disuguhkannya.
Kalau kebanyakan mobil hybrid punya sensasi berkendara yang lebih condong seperti sebuah EV, HR-V hybrid malah kebalikannya.
Mulai dari keluaran tenaga, feedback setir, hingga deruman mesin yang cukup terasa nyata, membuat rasa berkendaranya sangat mirip dengan mobil-mobil bermesin konvensional.
Lantas, karena ia mempunyai motor listrik yang bisa menghasilkan tenaga dan torsi yang cukup besar, sudah pasti membuat performanya jadi sigap dan instan.
Yang mengagumkan dari performanya, saat kita melakukan akselerasi, saluran tenaganya terasa halus layaknya EV.
Serta dibarengi dengan feedback setir yang lebih mencengkeram seperti umumnya mobil bermesin bensin konvensional.
G

ambaran gampangnya, rasa berkendara HR-V hybrid hampir identik dengan model yang masih memakai mesin konvensional. Bedanya, performa HR-V hybrid lebih kuat, instan, dan halus.
Kesimpulan
Rasanya kita tak perlu banyak membahas soal tampilan luar dan dalam Honda HR-V RS e:HEV, karena dua hal tersebut bukanlah poin yang paling menonjol dari HR-V generasi ketiga ini.
Konsentrasi Honda pada HR-V hybrid jelas terpusat pada sektor teknis dan pengalaman berkendara. Kami menilai, Honda berhasil dalam memformulasikan dua poin krusial tersebut.
Melihat lagi tenaga mesin bensinnya, angkanya memang lebih kecil dari semua varian HR-V sebelumnya. Tapi berkat adanya motor listrik, HR-V hybrid jadi punya performa yang lebih impresif.
Bukan cuma karena bisa menghasilkan akselerasi yang lebih halus, faktor lain yang menjadikan performa HR-V hybrid jadi impresif adalah karena suplai tenaganya halus layaknya EV.
Akan tetapi, ia juga punya ketajaman handling yang serupa dengan mobil bermesin bensin konvensional.
Akhirnya, bisa kita simpulkan bahwa anomali yang ada di Honda HR-V hybrid tercipta karena mobil ini memiliki perpaduan yang seimbang dari rasa berkendara ala EV dan mobil bensin konvensional.
Maka itu, sah-sah saja kalau Honda merasa bangga dengan HR-V hybrid. Soalnya, sampai hari ini, kami belum menemukan mobil hybrid yang menyajikan sensasi berkendara yang serupa dengan HR-V. (GO/Gie)


