GARDUOTO – Kemarin, kami mendapatkan kesempatan eksklusif untuk menjajal Jetour T2.
Kebetulan sekali, kami mendapat jatah mengetes T2 di trek off-road di wilayah Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Pemilihan area test drive di Pagedangan tentu didasari karena lokasi tersebut dianggap representatif untuk menguji ketangguhan dan kemampuan off-road dari produk terbaru Jetour ini.
Saat melakukan pengetesan, kondisi trek berada dalam kondisi yang becek dan berlumpur lantaran habis diguyur hujan.
Kondisi trek yang seperti itu praktis membuat medan yang bakal kami lalui jadi lebih menantang.
Tantangannya tidak langsung kami temui saat masuk ke trek. Sebab saat baru memasuki trek, kami hanya sedikit menginjak pedal gas, dan mobil pun meluncur dengan sendirinya.

Bahkan ketika mulai menemui obstacle lumpur yang licin, mobil masih bisa berjalan tanpa kami injak gasnya, dan hanya kami kendalikan setirnya.
Rintangan yang lebih serius baru kami hadapi saat bertemu obstacle menanjak dengan permukaan tanah yang tebal.
Untuk melewati obstacle ini, kami harus kembali menginjak pedal gas demi menambah kecepatan, serta mengatur pergerakan setir.
Setelah menginjak pedal gas, mobil tidak langsung lolos dari obstacle. Tapi, sistem AWD T2 seolah ‘membaca’ kondisi jalan, untuk kemudian memuntahkan tenaga serta mengatur sistem penggerak.
Benar saja, hanya sesaat setelah menginjak pedal gas, keempat rodanya langsung bergerak, dan dibarengi dengan dorongan tenaga mesin yang membuat mobil akhirnya bisa keluar dari kubangan.
Situasi yang mirip kembali kami temukan. Tapi bedanya, kali ini sudut elevasi tanjakkannya lebih tinggi, dan tetap dengan permukaan tanah yang tebal.

Di sini, kami tidak punya pilihan lain selain tancap gas dan mencari momentum dengan cara memainkan setirnya.
Upaya yang kami lakukan itu berhasil membuat mobil merangkak naik. Namun, untuk menuntaskan tanjakan, kami sempat berhenti di tengah-tengahnya.
Begitu kami injak lagi pedal gasnya, keempat rodanya dengan sigap mengerahkan tenaganya, sehingga kemudian mobil bisa menyelesaikan tanjakan.
Setelah melewati beberapa tanjakan, kemudian kami lebih banyak melewati turunan. Untuk Hal ini, jelas sama sekali tidak ada kesulitan berarti buat Jetour T2.
Seusai melewati serangkaian tantangan di medan off-road, bisa kami simpulkan bahwa kemampuan Jetour T2 dalam menaklukkan semua rintangan off-road, disebabkan oleh dua hal penting.
Pertama adalah karena sistem X Mode, yang merupakan sistem cerdas yang memungkinkan mobil menyesuaikan diri dengan jalur yang dilalui secara otomatis.
Kedua adalah karena mesinnya yang sangat mumpuni. Adapun mesin yang dipakai Jetour T2 memiliki kapasitas sebesar 2.0 L TGDI empat silinder.
Mesin tersebut mampu memuntahkan tenaga sebesar 243 dk dan torsi 375 Nm, serta dipadukan dengan transmisi kopling ganda tujuh percepatan. (GO/Gie)


