SUBSCRIBE
garduoto.com
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
    • Trucking
  • Bedah Oto
    • Mobil Bekas
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Reading: Kecelakaan Di Indonesia 97% Karena Human Error
Share
garduoto.comgarduoto.com
Font ResizerAa
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
  • Bedah Oto
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Search
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
    • Trucking
  • Bedah Oto
    • Mobil Bekas
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
garduoto.com > Bedah Oto > Kecelakaan Di Indonesia 97% Karena Human Error
Bedah Oto

Kecelakaan Di Indonesia 97% Karena Human Error

garduoto
Last updated: March 28, 2018 6:21 am
garduoto
Share
2 Min Read
SHARE

GARDUOTO – Data IDDC kecelakaan di Indonesia 97% karena human error, lebih tinggi dari pada di dunia yang 85%. Data ini membuktikan bahwa faktor terpenting dalam berkendara adalah pengemudi. Kendaraan pada jaman sekarang telah dilengkapi dengan berbagai fitur teknologi otomotif yang dipersiapkan untuk memaksimalkan keamanan berkendara. Namun kembali lagi, yang memegang peran penting adalah pengemudi harus dipersiapkan untuk mendukung teknologi.

Data Kecelakaan di Indonesia 97% didapatkan dari Indonesia Defensive Driving Center (IDDC). Crash facts terjadi karena adanya human factor serta defensive factor. Maka itu pentingnya seorang pengemudi memahami apa yang dimaksud dengan safety dan defensive driving.

Safety Driving adalah mengemudi dengan keahlian dan pengalaman yang tinggi ditambah dengan sikap yang baik serta konsentrasi yang berkesinambungan. Sedangkan Defensive Driving adalah cara untuk selalu berpikir jauh kedepan dan selalu siap terhadap apapun yang mungkin terjadi dalam berkendara.

Dalam Defensive Driving, ada beberapa poin yang harus diperhatikan. Alertness (kewaspadaan), Awareness (kesadaran), Attitude(Sikap, mental) serta Anticipation (antisipasi, menjaga segala kemungkinan). Mengemudi tidak hanya harus aman, efisien dan benar tapi juga harus bertanggung jawab. Inilah yang disebut sebagai behavior-based driving.

Harmonisasi antara teknologi dan Safety Driving dan Defensive Driving behavior, akan dibahas dalam program pre-event GIIAS 2018 safety and defensive driving. Event ini akan berlangsung pada 8 Mei 2018, di ICE–BSD dengan target edukasi kepada pengemudi awam. GIIAS mencanangkan program ini menjadi salah satu program GIIAS 2018 yang memberikan inspirasi kepada masyarakat. [Go/Oji]

You Might Also Like

Review Toyota Corolla Cross GR Sport: Lebih Keren dan Tetap Asik

Fitur All New Honda CR-V Makin Banyak, Namun Gak Bisa Dibilang Sangat Lengkap

Harga Mitsubishi Pajero Sport Dakar 2016 Masih Berkisar Rp 400 Jutaan

Jajal Langsung Outlander PHEV, Mobil Seharga Rp 1.3 Miliar Milik Mitsubishi

Review Honda WR-V RS: Crossover Stylish yang Juga Allrounder

TAGGED:defensive drivingIDDCIndonesia Defensive Driving CenterKecelakaan Di IndonesiaSafety Driving
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Follow US on Social Media

Facebook Youtube X-twitter Instagram

© GARDUOTO.com 2024. All Rights Reserved.

garduoto.com

Navigation

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Our Team
  • Pedoman Media Siber
  • Terms of Service
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?