SUBSCRIBE
garduoto.com
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
    • Trucking
  • Bedah Oto
    • Mobil Bekas
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Reading: Cerita Pebalap dan Mekanik untuk Menaklukkan Sirkuit HDC Yogyakarta
Share
garduoto.comgarduoto.com
Font ResizerAa
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
  • Bedah Oto
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Search
  • Mobil
  • Motor
  • Komersial
    • Trucking
  • Bedah Oto
    • Mobil Bekas
  • Sport
  • Ragam
  • Lifestyle
  • Komunitas
  • Gardu Tol
  • Galeri
  • Autoshow
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
garduoto.com > Sport > Cerita Pebalap dan Mekanik untuk Menaklukkan Sirkuit HDC Yogyakarta
Sport

Cerita Pebalap dan Mekanik untuk Menaklukkan Sirkuit HDC Yogyakarta

Hanggi M laksono
Last updated: October 21, 2018 1:52 am
Hanggi M laksono
Share
4 Min Read
SHARE

GARDUOTO – Salahsatu hal yang menarik dari ajang balap motor di Indonesia yakni layout sirkuit yang berbeda-beda, karena sifatnya yang non permanen.

Bahkan bisa saja karena non permanen, sehingga walaupun lokasinya sama tapi desain atau layout sirkuitnya berbeda antara event balap satu dengan lainnya.

Seperti area parkir stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta yang disulap menjadi trek balap dadakan pada ajang Honda Dream Cup (HDC), akhir pekan ini (21/10). Layout sirkuit dibentuk agar dapat menguji skill dan keterampilan para pebalap untuk saling adu kencang.

Untuk bisa memacu motor dengan kecepatan tinggi, tentu seorang pebalap tak hanya harus memutar tuas gas dalam-dalam, tapi ada trik yang harus dilakukan, seperti yang dilakukan Boy Arbi Febri.

Pebalap yang membela tim Honda Kawahara ICE FDR KYT aRacer NGK mengaku, bahwa sirkuit Maguwoharjo ini penuh tantangan, karena ada beberapa tikungan tajam balik arah yang memaksa Honda Sonic150R yang dipakai untuk kelas bebek 150cc tune up seeded (HDC1) menggunakan gigi persneling hingga ke gigi satu.

“Hampir semua tikungan balik arah harus dilalui dengan menggunakan gigi satu, jadi settingan mesin yang cocok untuk melibas sirkuit ini menggunakan settingan pada putaran mesin bawah dan tengah, karena walaupun ada trek lurusnya tapi tidak terlalu panjang, jadi tidak untuk settingan putaran mesin atas tidak begitu diperlukan,” ungkap pebalap yang punya nomor start 2 ini.

Lebih lanjut pebalap asal Pekanbaru ini mengungkapkan bahwa, ketika melibas tikungan balik arah dirinya mengambil racing line bagian dalam.

“Jadi masuk tikungannya dari dalam, ke luar tikungannya pun harus ke dalam, juga harus berani late braking. Hal itu bisa dilakukan, ketika akan membuat jarak dengan pebalap di belakangnya,” beber Boy Arbi.

Selain Boy Arbi, Fitriansyah Kete juga punya trik lain untuk dapat menaklukkan sirkuit Maguwoharjo, meskipun pebalap yang membela tim Astra Motor Racing Team Yogyakarta ini, mengaku bahwa dirinya tidak begitu menyukai karakter sirkuit dadakan yang banyak tikungan patah atau balik arah.

“Tapi intinya, balapan harus fokus dan berani untuk meneror lawan. Caranya berusaha tampil agresif, agar dapat mengganggu konsentrasi pebalap di depan. Tapi jika saya berada di depan, maka saya akan menjaga racing line, juga harus konsisten menentukan titik pengeraman agar tidak ada pebalap di belakang yang mendapat kesempatan untuk mendahului,” ujar pebalap yang punya nomor start 93 ini.

Disamping itu, mekanik juga punya peran penting dalam mendukung agar penampilan pebalap bisa maksimal. Tentu dengan meracik settingan yang pas, yang sesuai dengan kondisi sirkuit dan gaya balap pebalap.

Haris Sakti juru kilik dari tim Astra Motor Racing Team Yogyakarta, membongkar sedikit ‘rahasia’ settingan agar dapat mendukung pebalapnya menjadi kencang.

“Saya bikin gigi transmisi Honda Sonic yang berjumlah 6 kecepatan, dimaksimalkan menjadi 4 kecepatan. Dengan begitu ketika pebalap harus melalui tikungan dengan menggunakan gigi 1, maka proses menurunkan gigi persneling tidak terlalu lama, dan ketika keluar dari tikungan ketika pebalap membetor tuas gas, napas pada gigi rendah tidak terlalu pendek, karena putaran mesin yang diperlukan bawah dan tengah,” ucap mekanik yang akrab dipanggil Mletis.

Meski demikian, settingan motor seperti itu cocok ketika dipakai untuk sesi kualifikasi. “Untuk race nanti bisa saja settingannya berubah lagi,” terang Mletis.[Go/Hml]

You Might Also Like

Rossi Kembali Terjatuh, Danilo Petrucci Raih Podium Pertama di MotoGP Prancis

Toyota Yaris GRMN Asapi Renault Clio RS di Drag Race

Ini Wajah Baru Tim Aprilia di MotoGP 2019

Joan Mir Punya Semangat Baru di MotoGP 2020

Asia Pasifik Rally Championship Siap digelar di Indonesia

TAGGED:Astra Motor Racing Team YogyakartaBoy ArbiFitriansyah KeteHaris Sakti MletisHDCHDC YogyakartaHDC2018Honda Dream CupHonda KawaharaICE FDR KYT aRacer NGKKawaharaMletisSirkuit DadakanSirkuit Dadakan Maguwoharjo YogyakartaSirkuit HDC YogyakartaSirkuit Maguwoharjo YogyakartaSirkuit Non Permanen
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Follow US on Social Media

Facebook Youtube X-twitter Instagram

© GARDUOTO.com 2024. All Rights Reserved.

garduoto.com

Navigation

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Our Team
  • Pedoman Media Siber
  • Terms of Service
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?