GARDUOTO – Pada 2023 lalu, Mercedes-Benz mencoba menggebrak pasar EV premium di Indonesia dengan menghadirkan EQB 250+.
Kemunculan mobil ini langsung membuatnya menjadi mobil EV premium Eropa pertama di Indonesia yang berkonfigurasi tiga baris bangku.
Tak berselang terlalu lama, pada pertengahan 2025, jenama berlogo tiga bintang ini menghadirkan EQB 250+ facelift. Hingga kini, EQB 250+ masih menjadi pemain tunggal di kelasnya.
Berstatus sebagai pemain tunggal, tentu EQB 250+ punya cukup banyak hal yang semestinya bisa memikat calon konsumen kelas atas, khususnya mereka yang menyukai mobil buatan Eropa.
Apalagi dengan beberapa hal baru yang didapatnya setelah facelift, membuat SUV EV seven seater premium ini jadi semakin menarik, terutama dari segi visual.

Eksterior Kian Modis
Sebenarnya, ubahan di eksterior EQB 250+ terbilang sedikit. Hanya saja, bagian yang mendapat ubahan di eksteriornya sudah cukup membuat tampilannya jadi makin modis.
Ubahan pertama yang ada di eksteriornya terdapat pada gril. Walau terlihat masih mirip dengan yang sebelumnya, tapi gril EQB 25O+ facelift kini dipenuhi dengan aksen bintang.
Setelah gril, ubahan kedua yang ada di eksterior EQB 250+ adalah peleknya yang tetap mengusung motif palang lima dengan warna two tone, tapi sedikit lebih terbuka dari dari sebelumnya.
Diameter peleknya adalah sebesar 19 inci, dan dibalut dengan ban dari Bridgestone seri Turanza yang berukuran 285/50.
Selain gril dan pelek, tidak ada lagi ubahan yang ada di eksterior GLB versi EV ini. Meski begitu, dua pembaharuan tersebut sudah cukup untuk membuat tampilan luar EQB 250+ facelift jadi lebih menarik dari sebelumnya.

Ubahan di Kabin Juga Sedikit
Masuk ke kabinnya, kita akan disambut dengan suasana yang familiar namun sedikit berbeda. Pasalnya, mulai dari desain dan warna kabin, semuanya masih sama seperti sebelumnya.
Pembedanya hanya ada di setir model baru. Lingkar kemudi milik EQB 250+ serupa dengan yang dipakai oleh C200 Avantgarde Line dengan motif palang tiga yang tampak dinamis.
Bukan cuma di setir, hal baru yang ada di kabin EQB 250+ juga terdapat di dasbor bagian penumpang. Di sini, terdapat motif bintang-bintang yang akan mengeluarkan warna putih saat kita masuk ke kabin.
Bintang-bintang tersebut akan berubah warnanya saat kita menyalakan mobil. Menariknya, warna bintang-bintang tersebut bisa berubah-ubah mengikuti warna ambient light yang kita pilih.
Sama halnya seperti di eksterionya, ubahan yang terhitung sedikit di interior EQB 250+ sudah cukup untuk membuat suasanya kabinnya jadi berbeda dan terasa lebih berkelas dari sebelumnya.

Sisi Teknis Tidak Berubah
Melongok ke sisi teknis, tidak ada yang berubah sama sekali. Mobil yang masih berstatus CBU ini tetap mengadopsi baterai berkapasitas 66.5 kWh yang punya tenaga sebesar 187 dk dan torsi 385 Nm dengan penggerak roda depan.
Menurut klaim pabrikan, dalam kondisi baterai penuh, EQB 250+ bisa berjalan hingga sejauh 473 km. Namun pada nyatanya, kami mendapatkan angka yang berbeda dari klaim tersebut.
Sewaktu kami menerima mobil, isi baterai terisi sebanyak 85 persen. Dalam kondisi ini, MID menunjukkan estimasi jarak tempuh maksimal mobil berada di angka 450-an km.
Artinya, jika baterai terisi 100 persen, maka EQB 250+ bisa berjalan sejauh lebih dari 500 km. Dengan kata lain, jarak tempuh maksimal yang sebenarnya lebih jauh dari klaim pabrikan.
Akan tetapi, konsumsi baterai EQB 250+ terbilang biasa saja, tidak boros, tapi juga belum sampai terbilang sangat hemat. Namun, hal ini terasa masuk akal mengingat mobil ini memiliki performa yang kuat.

Kesimpulan
Walau ubahan di luar dan dalamnya terhitung tidak banyak, namun semua hal baru yang ada di EQB 250+ kami rasa sudah cukup untuk membuat mobil ini jadi tampil lebih modis dan menarik dari sebelumnya.
Keputusan Mercedes-Benz untuk tidak mengotak-ngatik sektor teknis EQB 250+ juga kami anggap bukan satu hal yang keliru. Sebab, performa mobil ini sudah terasa sangat cukup.
Didukung dengan jarak tempuh maksimal yang lebih dari 500 km, membuatnya juga bisa diandalkan untuk melakukan perjalanan jauh keluar kota.
Jangan lupakan juga kalau EQB 250+ masih mempertahankan nilai esensial yang dimilikinya sejak lahir, yakni konfigurasi tiga baris bangku. Yang mana hingga kini, EQB masih menjadi satu-satunya SUV EV Eropa yang punya kelebihan tersebut.
Sekarang, Mercedes-Benz EQB 250+ dibanderol Rp 1.690 miliar off the road, atau dalam kondisi on the road adalah sekitar Rp 1.859 miliar.
Memang, di segmen SUV EV premium, ada pilihan lain yang tak kalah menarik. Tapi jika yang dicari adalah SUV EV premium Eropa yang punya tiga baris bangku, jelas belum ada pilihan lain selain EQB 250+. (GO/Gie)


