GARDUOTO – Kemarin, kami mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Hino Total Support Customer Center (HTSCC), yang berada di Purwakarta, Jawa Barat.
Didirikan pada Januari 2022, HTSCC berfungsi sebagai pusat pengembangan layanan, keselamatan, dan kompetensi pengemudi untuk mendukung operasional pelanggan secara berkelanjutan.
HTSCC dilengkapi dengan fasilitas pelatihan komprehensif, termasuk area pelatihan mengemudi seluas 24.000 m², lintasan uji sepanjang 800 meter, ruang kelas, simulator mengemudi, serta berbagai modul keselamatan dan teknik berkendara.
Melalui Hino Indonesia Academy, Hino menyelenggarakan pelatihan pengemudi dan teknisi dengan trainer tersertifikasi BNSP.
Serta telah meraih berbagai capaian penting, mulai dari akreditasi pelatihan pengemudi kendaraan berat hingga peluncuran Hino Driving School Program.
“Melalui Hino Total Support Customer Center (HTSCC), kami memperkuat komitmen Total Support dengan menghadirkan pusat pelatihan pengemudi dan pengembangan sumber daya manusia.”
“Fokusnya pada keselamatan, peningkatan kompetensi, dan efisiensi operasional,” kata Pieter Andre, Training Division Head HMSI.
Dalam kunjungan kemarin, kami tidak hanya ditunjukkan berbagai fasilitas yang ada, tapi juga diperlihatkan beberapa praktek teori.
Mulai dari area simulator truk seri 500 di bagian dalam, sampai berbagai obstacle di area trek.
Obstacle yang ada di trek juga terbilang lengkap, karena berisikan titik blind spot simulation, bundaran, dan jalan berkelok.
Tak cuma itu, ada juga simulasi untuk mengukur ketinggian atap terowongan. Obstacle ini dibuat untuk menguji ketajaman perhitungan pengemudi bus atau truk saat hendak memasuki terowongan.
Sembari berjalan melewati berbagai obstacle, kami juga diberi tahu teknik melakukan pengereman bus yang benar.
Untuk menilai apakah cara mengeremnya sudah benar, digunakan dua balik kayu yang berdiri sebagai indikatornya.
Jika dua balok tersebut tetap berdiri saat bus direm, berarti pengemudi telah melakukan pengereman dengan benar.
Benar saja, saat melakukan pengereman dan bus berhenti, kedua balok masih tetap dalam keadaan berdiri.
Ternyata, kuncinya adalah dengan memanfaatkan teknik engine break, bukan hanya menginjak pedal rem saja.
Sebenarnya, masih banyak lagi hal atau materi yang dapat diulik dari Hino Total Support Customer Center.
Tetapi jika ingin mendalaminya lebih jauh, kita disarankan untuk mengikuti rangkaian kelas di sini. (GO/Gie)


