GARDUOTO - Pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Tanah Air kini makin terarah dan solid. Perhimpunan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) dan Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada perhelatan Periklindo EV Conference (PEVC) 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Sinergi ini hadir untuk mengakselerasi transisi energi bersih sekaligus mempermudah penggunaan mobil listrik bagi masyarakat umum.
Sinergi Kuat Industri Hulu dan Pengguna Hilir
Kesepakatan strategis yang berlaku selama tiga tahun ini menyatukan dua pilar penting dalam industri otomotif nasional. PERIKLINDO bertindak sebagai perwakilan sektor hulu yang menaungi para pabrikan dan manufaktur. Sementara itu, KOLEKSI bergerak di sektor hilir sebagai wadah komunitas pemilik serta pengguna mobil listrik lintas merek yang paham betul pengalaman di jalan raya.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Sekjen PERIKLINDO, Tenggono Chuandra Phoa, dan Ketua Umum KOLEKSI, Arwani Hidayat. Langkah bersama ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap Peraturan Presiden mengenai percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Indonesia.
5 Fokus Utama Percepatan Mobil Listrik
Untuk menciptakan ekosistem yang aman, nyaman, dan terjangkau, kedua pihak menyepakati lima pilar kerja sama utama:
- Pasar EV Bekas & Layanan Purnajual: Menggelar pameran, edukasi, dan uji kendara (test drive) bersama. Data masukan dari pengguna akan dipakai untuk mendorong berdirinya bengkel terpercaya serta membentuk pasar mobil listrik bekas yang transparan dan bernilai stabil.
- Standardisasi SNI & Keandalan SPKLU: Memberikan masukan teknis terkait pembaruan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada baterai dan konektor pengisian daya. KOLEKSI juga bertugas mengumpulkan laporan lapangan agar stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) semakin merata dan bebas masalah di tol, jalur mudik, hingga permukiman.
- Edukasi Keselamatan & Tanggap Hoaks: Menyusun panduan perawatan baterai lithium-ion serta menggelar pelatihan keselamatan. Selain itu, kolaborasi ini menyiapkan panduan darurat saat banjir atau kecelakaan bersama pihak berwajib, sekaligus menepis isu hoaks seputar EV dengan informasi berbasis fakta.
- Advokasi Kebijakan Berbasis Data Real: Menjadi mitra diskusi strategis bagi pemerintah dalam merancang insentif, regulasi, dan kemudahan perizinan berdasarkan data riil dari para pengguna jalan.
- Pengelolaan Baterai & Target Net Zero Emission: Mendorong penggunaan sumber energi bersih untuk fasilitas pengisian daya, serta mengawal pengelolaan baterai bekas secara bertanggung jawab melalui daur ulang maupun penggunaan kembali (second-life).
Suara Konsumen Jadi Kunci Industri Otomotif
Ketua Umum KOLEKSI, Arwani Hidayat, menegaskan bahwa kesepakatan ini menjadi angin segar bagi para pengguna jalan. Menurutnya, perkembangan ekosistem mobil listrik dari hulu ke hilir tidak akan berjalan maksimal tanpa umpan balik yang jujur dari konsumen.
Lewat sinergi dengan Sekjen PERIKLINDO, Tenggono Chuandra Phoa, kini keluhan dan aspirasi pengemudi—seperti kendala cas mobil, kepastian servis, hingga garansi baterai—dapat langsung disampaikan secara resmi kepada produsen serta regulator.
Guna memastikan seluruh program berjalan nyata, kedua pihak membentuk kelompok kerja khusus (working group) yang rutin melakukan evaluasi setiap enam bulan sekali. Pertukaran data pengguna juga dijamin aman sesuai UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Lewat langkah ini, masyarakat Indonesia diharapkan makin yakin dan nyaman beralih ke mobil listrik.