GARDUOTO – Ajang iCAR MOD Fest 2026 yang berlangsung di Wuhu, China, sukses menyedot perhatian para pencinta otomotif dunia. Menjadi bagian dari gelaran 2026 iCAR International User Summit, festival modifikasi ini memamerkan lebih dari 20 unit mobil kreasi unik berbasis V-Series, khususnya SUV listrik iCAR V23.
Mengusung semangat “Classic Never Fades”, iCAR membuktikan bahwa kendaraan listrik modern tak lagi sekadar alat transportasi harian. Lewat tangan dingin para pengguna dan desainer kreatif, mobil listrik bertransformasi menjadi sarana mengekspresikan gaya hidup, hobi, hingga karya seni jalanan yang sangat fungsional.
Modifikasi Unik: Mobil Jadi Panggung DJ hingga Kedai Kopi
Salah satu bintang utama yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah kreasi bertema CYBER PARTY. Mobil modifikasi ini dirancang oleh Wong Po Ying, pemenang kompetisi desain AI iCAR V23 kategori Open Group asal Hong Kong.
Mobil SUV listrik ini disulap secara jenius menjadi pusat hiburan outdoor yang futuristik. Bagian belakang iCAR V23 diubah menjadi panggung DJ mini lengkap dengan meja bar lipat. Dengan konsep kreatif ini, pengemudi bisa langsung menggelar pesta musik di mana saja dan kapan saja, cukup dengan membuka pintu bagasi.
Tak kalah keren, hadir pula konsep V23 Omni-X hasil karya Chan Hui Fung Marcus, pemenang kategori Student Group. Mobil ini mengusung pendekatan modular yang sangat pas bagi pencinta aktivitas luar ruangan (outdoor) dan gaya hidup aktif.
Di bagian bagasi belakang, terdapat area khusus (coffee corner) untuk menyeduh kopi hangat saat camping. Selain itu, V23 Omni-X juga dilengkapi laci penyimpanan perkakas rapi serta meja perbaikan sepeda yang bisa dilipat. Modifikasi fungsional ini membuktikan fleksibilitas iCAR V23 dalam menjawab kebutuhan spesifik pengemudinya.
Sentuhan Budaya dan Kreativitas Berbasis AI
Tidak hanya mengedepankan fungsi dan hobi, iCAR MOD Fest juga menjadi wadah ekspresi seni dan identitas budaya. Desainer asal Malaysia, Wang Weiquan, menampilkan karya modifikasi menarik yang memadukan ilustrasi tiga anak muda dari latar belakang etnis berbeda, lengkap dengan aksen bendera serta bunga nasional Malaysia.
Menariknya, karya Wang Weiquan serta beberapa desainer lain awalnya berawal dari konsep desain visual berbasis kecerdasan buatan (AI). Berkat kolaborasi erat iCAR dengan komunitas, ide kreatif yang semula berada di layar komputer berhasil diwujudkan menjadi mobil modifikasi nyata yang tangguh di jalanan.
Separuh Pengguna iCAR Hobi Modifikasi Mobilnya
Tingginya antusiasme pada gelaran ini sejalan dengan gaya hidup pemilik kendaraan iCAR. Berdasarkan data internal pabrikan, sekitar 50% pengguna iCAR di pasar global memang aktif melakukan modifikasi dan personalisasi pada kendaraan mereka.
CEO iCAR International, Ronna Luo, menegaskan bahwa desain klasik harus tetap relevan dengan tren mobilitas modern. Menurutnya, kendaraan tak boleh kaku dan harus memberi ruang bebas bagi pemilik untuk menyalurkan karakter unik masing-masing.
|
“iCAR berkomitmen menyediakan ruang bagi pertukaran ide dan inspirasi. Kami ingin kreativitas pengguna terus berkembang menjadi karya nyata serta memperkaya budaya modifikasi di komunitas global,” ujar Ronna Luo. |
Untuk memperkuat ekosistem komunitas, iCAR telah merilis klub resmi di sembilan negara lewat inisiatif Club Connect. Program ini ditargetkan bakal menjangkau lebih banyak pasar global pada 2027. Sementara itu, festival iCAR MOD Fest dipastikan siap menjadi agenda tahunan.
Siap Sapa Pasar Otomotif Indonesia
Sebagai bagian dari Chery Group, iCAR berfokus menghadirkan solusi mobilitas listrik yang cerdas, intuitif, dan praktis. Merek otomotif ini dijadwalkan resmi masuk dan menyapa konsumen di Indonesia pada tahun 2026.
Kehadiran iCAR di Indonesia diyakini bakal membawa angin segar bagi industri otomotif dan tren mobil listrik nasional. Khususnya bagi generasi muda yang mendambakan SUV listrik berdesain ikonis, kaya fitur canggih, serta mudah dimodifikasi sesuai kepribadian.