GARDUOTO – Pebalap andalan BMW M Motorsport, Marco Wittmann, resmi menutup musim balap DTM 2026 dengan torehan manis. Bertarung sengit pada seri pamungkas di Sirkuit Hockenheim, Jerman, pebalap asal Jerman tersebut berhasil mengamankan posisi ketiga dalam klasemen akhir pebalap.
Meski gagal membawa pulang gelar juara dunia ketiganya yang jatuh ke tangan Thomas Preining (Porsche), performa Wittmann sepanjang musim ini terbilang sangat impresif. Mengandalkan mobil balap Schaeffler BMW M4 GT3 EVO nomor #11, ia sukses mengumpulkan total 198 poin dari 16 balapan yang digelar sepanjang tahun.
Perjuangan Maksimal di Seri Pamungkas
Persaingan di babak final Hockenheim berlangsung sangat ketat dan penuh tensi. Wittmann membuka akhir pekan dengan cemerlang setelah berhasil finis di podium ketiga pada balapan pertama hari Sabtu. Hasil tersebut sempat menjaga asa dan peluang Wittmann untuk berebut gelar juara umum hingga balapan penentu pada hari Minggu.
Namun, pada balapan kedua, Wittmann harus puas finis di urutan ketujuh setelah jet daratnya kalah laju dibandingkan para rival utamanya. Gelar juara DTM 2026 akhirnya diraih oleh Thomas Preining, disikuti oleh Maro Engel dari tim Mercedes yang menempati posisi runner-up.
Walaupun peluang juara melayang, Wittmann mencatatkan salah satu performa terbaik dalam kariernya. Sepanjang musim 2026, ia mencatatkan dua kemenangan bergengsi di Sirkuit Nürburgring dan Sachsenring, serta mengoleksi lima podium tambahan (satu kali runner-up dan empat kali posisi ketiga). Hasil ini juga mengantarkan timnya, Schubert Motorsport, mengunci peringkat ketiga di klasemen tim dengan raihan total 284 poin.
Nasib Sial Kelvin van der Linde
Berbeda dengan Wittmann, rekan satu timnya di Schubert Motorsport, Kelvin van der Linde, justru mengalami akhir pekan yang kurang memuaskan. Pebalap asal Afrika Selatan itu finis di posisi keenam pada balapan pertama hari Sabtu.
Sayangnya, pada balapan kedua hari Minggu, van der Linde tersenggol dalam insiden benturan di awal lomba serta mengalami kendala teknis saat melakukan proses pit stop. Insiden tersebut memaksanya terlempar jauh dan harus puas finis di posisi ke-18. Ia mengakhiri musim perdananya sebagai pebalap pabrikan BMW M di peringkat ke-14 klasemen akhir dengan total 96 poin dan satu kemenangan di Zandvoort.
Dominasi BMW di Balapan Pendukung
Selain di ajang utama DTM, BMW M Motorsport juga mencatatkan sejarah manis di balapan pendukung ADAC BMW M2 Cup. Pada musim perdananya, pebalap Michael Schrey dari tim Hofor Racing by Bonk Motorsport sukses keluar sebagai juara umum. Dominasi Schrey sangat kentara setelah mengantongi tujuh kemenangan dari delapan balapan awal. Sementara itu, gelar juara kategori Rookie berhasil diraih oleh Christopher Holst.
Di ajang ADAC GT Masters, pasangan pebalap Tim Zimmermann dan Leyton Fourie yang mengendarai BMW M4 GT3 EVO harus puas menjadi runner-up klasemen pebalap setelah finis di posisi keenam dan kedua di Hockenheim. Kendati demikian, tim FK Performance Motorsport tetap berbangga karena sukses meraih gelar juara di kategori tim.
Evaluasi dan Harapan Musim Depan
Kepala BMW M Motorsport, Andreas Roos, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan keras seluruh tim dan pebalap sepanjang musim yang berjalan sangat kompetitif. Ia menegaskan bahwa BMW M Motorsport akan kembali lebih kuat pada musim depan.
"Selamat kepada Marco Wittmann dan Schubert Motorsport atas musim DTM yang sangat solid. Meraih posisi ketiga di kejuaraan seketat ini adalah pencapaian luar biasa. Kami sangat berambisi untuk kembali bersaing dan merebut gelar juara pada musim depan," ujar Andreas Roos.
Hal senada disampaikan oleh Marco Wittmann. "Tentu ada sedikit rasa kecewa karena kami gagal memangkas jarak di akhir pekan penentu. Namun, finis di posisi ketiga klasemen akhir adalah hasil yang sangat bagus jika melihat dinamika persaingan musim ini. Saya sangat bangga dengan kerja keras seluruh tim," pungkasnya.






