⌂ Beranda › Mobil › Tren Beli Mobil Secara Online Makin Ramai, Faktanya Peran Dealer Belum Tergantikan
MobilTipsBengkel

Tren Beli Mobil Secara Online Makin Ramai, Faktanya Peran Dealer Belum Tergantikan

Tren Beli Mobil Secara Online Makin Ramai, Faktanya Peran Dealer Belum Tergantikan
Suzuki
A A Ukuran Teks16px

GARDUOTO - Jika saat ini konsumen sudah bisa mengakses semua informasi mobil di internet, lantas apa peran dealer? Pertanyaan tersebut mewarnai industri otomotif hari ini, meski peran dealer belum sepenuhnya tergantikan.

Di era digital seperti sekarang, konsumen tak perlu repot datang ke dealer untuk mengetahui spesifikasi, rupa mobil, harga, atau perbandingan antarmodel incaran. Semua informasi itu tersedia di situs resmi, media sosial, hingga video ulasan.

Pembelian mobil bisa dilakukan secara online, mulai dari riset hingga transaksi pembayaran, yang sebelumnya terpusat di dealer. Cara itu membuat konsumen punya pengetahuan luas, memahami lebih dalam soal mobil yang dijadikan target dan kemungkinan besar sudah bisa memilih apa yang diinginkan.

Fenomena yang terjadi beberapa tahun terakhir, sejumlah dealer mobil di Indonesia berhenti beroperasi, sebagian beralih melayani merek baru. Gaikindo menilai fenomena ini sebagai buah persaingan yang kian ketat.

Menurut Gaikindo, merek dituntut mampu bersaing dari sisi harga, model, desain, fitur, hingga layanan purnajual. Artinya, dealer yang tak mengikuti perubahan perilaku konsumen berisiko tertinggal, bahkan terpaksa tutup.

Sejumlah dealer kini mulai merancang showroom sebagai ruang pengalaman, dengan area tunggu yang nyaman, ruang konsultasi, kafe, hingga menawarkan layanan digitalisasi yang relevan.

Dealer berikan pengalaman langsung

Bagi sebagian banyak orang, pembelian mobil dengan cara transaksi secara online belum terbiasa. Masih banyak yang belum percaya melakukan transaksi pembelian ratusan juta di internet, lalu ada juga orang-orang yang tidak yakin membeli bila tak pernah lihat langsung wujud mobilnya.

Kehadiran dealer pun memberikan pengalaman langsung. Dealer tetap menjadi tempat konsumen memastikan pilihan, berkonsultasi soal kebutuhan dan skema pembiayaan, hingga memahami layanan purnajual.

Lalu ada juga hal penting yang sebenarnya wajib dilakukan sebelum meminang mobil baru, yaitu test drive. Foto dan video tak akan bisa menggantikan pengalaman duduk di balik kemudi.

Warna bodi juga bisa terlihat berbeda di layar, sementara impresi kenyamanan posisi duduk, visibilitas, dan jangkauan tombol hanya bisa dinilai setelah disentuh langsung.

Begitu pula karakter berkendara. Akselerasi, tingkat kebisingan, pengereman, kendali setir, hingga bantingan suspensi baru bakal terasa saat test drive.

Peran dealer juga tidak berhenti setelah serah terima kendaraan. Perawatan berkala dan perbaikan tetap membutuhkan bengkel fisik, lengkap dengan teknisi tersertifikasi, peralatan diagnostik, dan pasokan suku cadang.

Hubungan konsumen dan dealer tetap terhubung setelah transaksi pembelian mobil

Meski serah terima kendaraan telah usai, hubungan konsumen dan dealer tetap terhubung untuk melanjutkan perawatan. Layanan purnajual dan ketersediaan suku cadang kerap disorot konsumen saat menimbang membeli mobil baru. Hal ini bukan cuma soal layanan tapi jadi salah satu parameter kepercayaan publik pada suatu merek.

Digitalisasi bukan lawan, tetapi jadi kawan karena bisa melengkapi peran dealer. Suzuki Indomobil Sales (SIS) misalnya, punya fitur yang menghubungkan langsung pelanggan dengan jaringan dealernya lewat aplikasi MySuzuki.

Fenomena pembelian mobil secara online ini membuktikan bahwa teknologi digital dan peran dealer di dunia nyata masih memiliki keterkaitan penting untuk saling melengkapi. Saat akan membeli mobil, konsumen dapat melakukan riset online mandiri dan diakhiri dengan interaksi langsung di dealer untuk memantapkan keputusan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru