Manjakan Mobilmu dengan Servis Berkala
Ukuran teks
Sudah setahun lebih dunia mengalami pandemi akibat virus COVID-19. Mobilitas kita menjadi sangat terbatas, terutama untuk liburan, bahkan tahun ini pun pemerintah sudah mengeluarkan himbauan untuk tidak mudik. Yang tadinya sudah siap-siap servis mobil karena akan bepergian jauh ke kampung halaman, sekarang mobil malah jadi lebih sering parkir di garasi. Lalu, apakah harus tetap diservis?
Siapa yang memilih tidak servis mobil karena jarang dipakai? Hayo… Siapa bilang kalau jarang dipakai, mobil tidak perlu diservis? Mobil tetap perlu servis berkala meskipun jarang dipakai agar performanya tetap baik, lho. Nggak mau kan, setelah sekian lama tidak digunakan, saat ada keperluan penting mobil kita malah mogok, jamuran, oli mesin kering, komponen penting malah rusak, dan sebagainya? Supaya tidak bingung dan ada sedikit gambaran tentang servis berkala, mari kita simak perbedaan servis besar dan servis ringan.
Perbedaan Servis Besar dan Servis Ringan
Servis ringan atau servis kecil wajib dilakukan per kelipatan 5.000 atau 7.000 kilometer. Jadi mobil harus diservis jika sudah memenuhi jarak tempuh 5.000, 10.000, 15.000 kilometer dan seterusnya. Servis ringan juga perlu dilakukan setiap 6 bulan sekali meskipun jarak tempuh belum sampai 5.000 kilometer. Perawatan berkala servis ringan biasanya hanya melakukan pengecekan komponen tertentu. Komponen perawatan berkala yang tergolong ringan contohnya, oli mobil, cek sistem pengapian dan kelistrikan mobil.
Sedangkan servis besar biasanya dilakukan jika sudah mencapai 10.000 kilometer dan kelipatannya. Artinya, jika sudah mencapai 10.000, 20.000, 30.000 dan seterusnya, lakukanlah servis besar.
Apa saja, sih, komponen servis berkala yang perlu diperhatikan?
- Servis berkala 1.000 km
- Servis berkala 5.000 km
- Servis berkala 10.000 km
- Servis berkala 20.000 dan kelipatannya